Kisah Membanggakan PSMS yang Pernah Pecundangi Ajax Amsterdam

7 Juni 1975, klub legendaris Perserikatan, PSMS Medan, menjamu tim kuat Eropa asal Belanda, Ajax Amsterdam, di markas kebanggaan mereka, Stadion Teladan, Medan.

Kehadiran tim sepak bola berjuluk de Godenzonen itu ke Medan sendiri jadi bagian dalam lawatan tur pra-musim mereka di Indonesia.

Sebelum tampil di Medan, juara Liga Champions empat kali ini melakoni turnamen segitiga bersama Manchester United dan Timnas Indonesia Tantama di Jakarta.

Dalam turnamen itu, Ajax menjadi juara setelah mengalahkan The Red Devils 3-2 dan mengalahkan Timnas Indonesia 4-1.

Sementara di laga lainnya Timnas Indonesia secara mengejutkan bisa bermain imbang 0-0 saat melawan Manchester United.

Setelah melakoni turnamen tersebut, Ajax langsung bertolak ke Medan untuk melawan PSMS. Namun kala itu memakai nama PSSI Wilayah I, yang mana mayoritas bermaterikan 90 persen pemain PSMS.

Ajax datang membawa skuad utamanya termasuk bintang-bintang yang membawa Ajax juara Liga Champions 3 kali berturut turut 1971 – 1973 (kala itu masih bernama Champions Europa Cup).

Mereka antara lain seperti kiper Heinz Stuy, Barry Hullshoff, Gerie Muhren, Arie Haan, Ruud Krol, Jhony Rep, Wim Suurbier, Ruud Gels, Horst Blankenburg dan Jan Mulder.

Tak hanya sejumlah bintang-bintang utamanya, Skuad Ajax yangdatang ke Indonesia saat itu juga datang dengan sang pelatih Hans Kraaij.

PSSI Wilayah I sendiri waktu itu diperkuat bintang-bintang PSMS seperti Pariman (kiper), Yuswardi, Zulkarnaen Pasaribu, Nobon, Mariadi, Suwarno, Sarman Panggabean, Ismail Ruslan.

Tidak ketinggalan juga Parlin Siagian ditambah kiper muda asal PSKTS Tebing Tinggi, Taufik Lubis, serta 2 pemain PSS Simalungun, Sunardi B dan Kampon.

Saat pertandingan di Stadion Teladan itu dimulai, Ajax unggul terlebih dahulu lewat gol Ruud Kroll pada menit ke-15 dan Jhony Rep pada menit ke-26.

Meski unggul, saat itu pemain Ajax terlihat kaget dengan perlawanan ketat dari PSSI Wilayah I yang bermain agresif bahkan bisa membalas serangan.

Ketinggalan 2 gol membuat pelatih Zulkarnain Nasution yang melatih PSSI Wilayah I mengganti kiper Parimam dengan Taufik Lubis.

Strategi itu berhasil karena pertahanan PSMS jadi kuat dan pada menit ke-36, Parlin Siagian sukses melepaskan tendangan pisang yang membuat kedudukan jadi 2-1 untuk keunggulan Ajax.

Di babak kedua Sunardi B masuk dan membuat serangan PSSI Wilayah I makin hidup hingga akhirnya mampu menekan Ajax. Lalu di menit ke-77 Sarman Panggabean mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Tak berselang lama, PSSI Wilayah I akhirnya unggul 3-2 setelah tendangan keras Zulkarnaen Pasaribu di menit ke-81 sukses membobol gawang Stuy.

Lalu gol penutup atau keempat tuan rumah lahir di menit ke-86 setelah tendangan Parlin Siagian mengenai Hulshoff dan masuk ke gawang Ajax hingga akhirnya PSSI Wilayah I menang 4-2.

“Laga ini sangat berkesan bagi masyarakat Medan kala itu karena tim sebesar Ajax berhasil ditaklukkan. Bahkan antusiasme penontonnya sangat padat kala itu,” kata pemerhati PSMS, Indra Efendi Rangkuti, kepada INDOSPORT.

Lanjut Indra, laga melawan PSMS atau PSSI Wilayah I tersebut menjadi kekalahan pertama Ajax dalam lawan mereka di tur pra-musim di Indonesia ini. Sebab dua laga setelahnya Ajax tak terkalahkan lagi.

“Di turnamen pra-musim Ajax selalu menang dan berhasil jadi juara. Lalu setelah laga di Medan, Ajax bermain imbang 1-1 atas Persija Jakarta di Senayan dan menang 3-2 atas Persebaya Surabaya di Stadion Tambaksari.”

“Artinya hanya PSMS atau PSSI Wilayah I yang membuat Ajax dipermalukan selama tur di Indonesia,” pungkasnya.

Sekadar informasi, PSMS Medan sendiri saat ini masih berlaga di Liga 2 . Klub berjuluk Ayam Kinantan ini sempat menjadi runner up Liga 2 2017 lalu.

Prestasi itu pun membuat mereka promosi ke Liga 1 2018. Sayangnya, performa mereka di Liga 1 2018 tak begitu gemilang, hingga finish di peringkat 18 dan degradasi kembali ke Liga 2.

Walau kini kembali berjuang di Liga 2, selamanya PSMS akan dikenal sebagai salah satu klub Indonesia yang mampu mengalahkan juara Eropa, Ajax Amsterdam.