Liga 1 Buka Peluang Izinkan Marquee Player Lagi, Bali United Siap Dukung

Pelatih Bali United, Stefano Teco Cugurra, mendukung penerapan kembali sistem marquee player di Liga 1 musim depan.

Aturan marquee player sebelumnya pernah diterapkan di Liga 1 2017 meski pada akhirnya tidak bertahan lama karena berbagai alasan.

Beberapa waktu lalu, ketum PSSI yakni Mochamad Iriawan mengatakan ada rencana membuat regulasi marquee player melakukan comeback ke Liga 1.

Hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan daya tarik kompetisi. Hanya saja butuh kesepakatan dahulu dengan para klub agar federasi bisa melakukan ketok palu.

Teco pun mendukung penuh wacana ini. Wacana tersebut dianggap oleh juru taktik asal Brasil tersebut sebagai gagasan yang oke.

Dengan terbukanya lagi pintu untuk pemain-pemain berkualitas ke Indonesia, Teco berharap ke depannya Liga 1 akan semakin naik kelas.

“Saat datang pemain asing yang berkualitas maka liga otomatis akan lebih bagus juga,” ujar Teco pada Jumat (29/04/22) lalu.

Marquee player sendiri adalah pemain asing yang pernah main di Piala Dunia atau pernah bermain di Liga top Eropa.

Dengan pengalamannya yang sudah terbukti jempolan, maka para klub Liga 1 diperbolehkan untuk menggaji mereka di atas batasan sewajarnya.

Bali United sebagai salah satu klub dengan ekonomi paling mapan di Indonesia bisa kian sukses apabila marquee player diadakan lagi mengingat mereka punya daya tarik yang luar biasa bagi para pemain asing.

Saat ini marquee player masih baru sekedar usulan saja. Mochamad Iriawan belum mau terburu-buru dalam pengambilan keputusan.

“Saya pikir itu kembali ke kesiapan mereka, para klub, kalau klub mungkin maunya demikian,” beber Iriawan pada medio Maret 2022 lalu.

“Kami malah senang, makin banyak pemain yang bagus makin bergairah dan tentunya makin menrik. Tentunya menjadi pengalaman bagi pemain kita, kan pemain yang bintang jadi pengalaman buat pemain kita,”

“Saya akan sampaikan nanti di kongres, tentunya nanti ada rapat manager meeting khusus evaluasi saya sampaikan,”

“Ini saya anggap kemauan dari publik loh supaya sepak bola kita bergairah, tentu ini disesuaikan dengan kondisi keuangan mereka juga,” pungkasnya kemudian.

Pada musim pertama penerapannya, sistem marquee player mampu membuat klub-klub Liga 1 menjaring cukup banyak nama-nama besar.

Sebut saja Peter Odemwingie, Mohamed Sissoko, Paulo Sergio, Bruno Lopes, hingga Michael Essien. Kendati demikian hampir tidak ada yang bisa menjadi pembeda drastis untuk tim masing-masing.

Maka dari itu PSSI ingin berhati-hati sebelum menekan kembali tombol marquee player. Jika tidak dibarengi pemikiran matang maka klub-klub Liga 1 bisa terpuruk karena ancaman kebangkrutan.

Thomas Doll resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru untuk Persija Jakarta demi menghadapi Liga 1 musim depan. Sejumlah pemain Eropa pun bisa ikut dibawanya ke Tim Macan Kemayoran.

Juru taktik asal Jerman tersebut diumumkan kedatangannya oleh Macan Kemayoran pada Sabtu (23/04/22) ini.

Persija Jakarta dipercaya hendak menggelar proyek jangka panjang bersama Doll dengan pemberian kontrak kerja berdurasi tiga tahun.

Tidak cuma itu, Doll juga diberi kendali penuh dengan pemberian titel manajer. Biasanya di Indonesia jabatan pelatih kepala dan manajer dipegang oleh dua orang berbeda.

Dengan ini tentunya Persija Jakarta berharap jika sukses bisa lebih cepat dirasakan lagi usai kali terakhir mereka meraih gelar adalah saat menjadi kampiun Liga 1 2018.