Diperkuat Banyak Penggawa Muda, Persebaya Berpotensi Kehilangan Pemain yang Dicaplok Timnas Indonesia

Kebijakan Persebaya Surabaya mengisi skuadnya dengan pemain muda, berpotensi memberikan efek lain. Mereka terancam kehilangan para pemain yang dipanggil membela Timnas Indonesia.

Persebaya sendiri menjadi tim yang mencolok selama Liga 1 2021/2022. Sebab, mereka selalu menyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia, baik untuk laga uji coba maupun Piala AFF 2020 lalu.

Situasinya saat ini memang memperlihatkan bahwa Persebaya adalah klub yang serius dalam membina pemain muda. Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, tidak khawatir jika pemainnya yang potensial diminta bergabung Timnas Indonesia.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan PSSI, supaya liga ini sehat dan pemain lengkap. Insya Allah Timnas Indonesia juga akan sehat. Kami bertujuan selama timnas membutuhkan, kami mendukung,” ucap Yahya.

Saat ini saja, tercatat sudah lima pemain yang bergabung TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021. Mereka adalah Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Koko Ari Araya, dan Andhika Ramadhani.

Selain lima nama tersebut, sebenarnya masih ada dua pemain lagi dari Persebaya, yakni Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto. Namun, keduanya secara resmi memilih hengkang dan kini telah menjadi bagian dari Persib Bandung.

Persebaya mungkin patut berbangga dengan melihat klubnya menyumbang banyak pemain ke skuad Garuda. Masalahnya, PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia kerap kali gagal menyesuaikan jadwal laga internasional dengan kompetisi domestik.

FIFA selaku federasi sepak bola dunia sebenarnya sudah menyiapkan jadwal pekan internasional yang biasanya disebut dengan FIFA Match Day. Sayangnya, PSSI tidak mengindahkannya dan Liga 1 biasanya tetap berjalan.

“Ayolah sama-sama memikirkan. Di FIFA itu ada aturan, ada FIFA Match Day itu kan. Memang kami mencoba supaya aman bagaimana caranya win win solution seperti apa,” ungkap Yahya.

“Untuk saat ini, kami akan coba komunikasi dengan PSSI. Tapi, kalau kami tanyakan saat ini, kurang lebih sama materinya. Ini belum dilihat. Makanya teman-teman semua bersabar, dilihat saja,” imbuh pria berusia 39 tahun itu.

Musim lalu saja di BRI Liga 1 2021/2022, Persebaya terpaksa melakoni sejumlah laga tanpa kekuatan penuh. Penyebabnya, para pemain andalan harus membela Timnas Indonesia. Beruntung, Persebaya tetap bisa bersaing di papan atas.

Polemik seperti ini sebenarnya adalah masalah klasik yang masih selalu gagal diatasi oleh PSSI dan LIB setiap musim. Sejak era Liga 1 mulai 2017, selalu ada protes klub karena jadwal kompetisi domestik yang berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.

Di awal musim, PSSI dan LIB selalu berjanji bahwa mereka akan menyesuaikan dengan jeda internasional seperti banyak negara lainnya memang meliburkan kompetisi domestik masing-masing. Namun, di Indonesia masalah ini masih terus bermunculan.