BEGINI Sejarah Panjang PSMS Medan, Kini Berusia 72 Tahun

PSMS Medan kini genap berusia 72 tahun. Skuat berjuluk Ayam Kinantan itu juga memiliki segudang prestasi di blantika sepakbola Nasional.

Hingga dengan segala macam dinamikanya, PSMS Medan kini tertahan di kasta kedua kompetisi sepakbola Tanah Air.

Lalu, bagaimana sejarah terbentuknya tim kebanggaan masyarakat Kota Medan ini?

Pengamat sepakbola Sumatera Utara (Sumut), Indra Efendi Rangkuti menuturkan, sejarah PSMS dimulai dengan lahirnya Delische Voetbal Bond (DVB).

Dijelaskannya, secara eksplisit, para pemangku kepentingan sepakbola di Medan memulai rapat umum pertama untuk membentuk serikat, pada 7 Juli 1907.

Kemudian dengan berdirinya OSVB pada tahun 1915, DVB secara terbuka menyatakan bersedia untuk berintegrasi dengan OSVB (proses fusi).

Sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi, coverage area OSVB sudah tidak efektif lagi.

Pada bulan September 1949, para pemangku kepentingan sepak bola di Medan membentuk VBMO (proses fisi).

Lalu, pada tahun 1948 VBMO diterjemahkan menjadi Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya dan kemudian serikat sepakbola Medan.

Organisasi sepak bola Negara Sumatera Timur pada masa pendudukan Belanda, Rumah Susun Football Club (RSFC) yang berdiri awal 1930-an dan Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB).

“Banyak yang menyebut RSFC dan OSVB ini embrio PSMS. Namun, tidak ada bukti yang jelas bahwa MVC, DVB, OSVB, VBMO, RSFC, dan klub sepak bola lain yang didirikan pada masa kolonial Belanda adalah cikal bakal PSMS,” katanya, Kamis (21/4/2022).

Lanjutnya, penggagas lahirnya PSMS Medan diinisiasi oleh enam orang tokoh yang mewakili enam klub amatir yang ada di Medan tahun 1950.

Di antaranya Adinegoro (Al Wathan ), Sulaeman Siregar (PO Polisi), TM Harris (Medan Sport), dr Pierngadi (Deli Matschapij), Madja Purba (Sahata) dan Tedja Singh (India Football Team).

“Merekalah yang mengkoordinir 23 klub di Medan saat itu untuk mendirikan PSMS Medan pada 21 April 1950,” ujarnya.

Dijelaskan Indra, Kota Medan sudah lama dikenal dunia karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran jika logo PSMS berbentuk “daun” dan “bunga tembakau deli” hingga sekarang.

Selain itu, klub ini juga memiliki warna hijau yang berarti perkebunan dan warna putih yang berarti suci atau dalam arti luas sportifitas.

Hingga saat ini, kata Indra, PSMS Medan dikenal dengan ciri khas permainan “rap-rap” yaitu sepakbola yang keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih dan menjunjung tinggi sportivitas.

Hal itulah yang membuat klub yang bermarkas di Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan ini meraih sederet prestasinya.

“PSMS Medan adalah klub Indonesia terbanyak yang meraih juara Divisi Utama Perserikatan PSSI sesudah Indonesia Merdeka yaitu sebanyak enam kali. Di antaranya 1967, 1969, 1971, 1975 (Juara Bersama Persija),1983 dan 1985,” katanya.

Tambahnya, PSMS Medan juga klub Indonesia pertama yang berlaga di AFC Champions Cup yaitu, pada 1970.

Bahkan, saat itu PSMS lolos hingga Semifinal.

Ia pun berharap, memasuki usia yang terbilang uzur, PSMS Medan bisa kembali bangkit untuk kembali meraih prestasi. Terlebih, bisa lolos ke Liga 1.

“Semoga prestasi dan nama besar PSMS Medan bisa panjang umur,” ujarnya. (cr12/tribun-medan.com)