Sudah Berusia 92 Tahun, Apa Target Yang Dipatok PSSI?

PSSI sudah genap berusia 92 tahun. Federasi sepakbola Indonesia tersebut merayakan hari jadinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (19.4).

Dalam usia yang sudah senja, PSSI memang belum sempurna. Akan tetapi perlahan tapi pasti mulai ada perbaikan dari organisasi yang didirikan pada 1930 tersebut.

Kali ini PSSI yang dipimpin Mochamad Iriawan telah menetap sejumlah target. Mulai dari perbaikan kompetisi hingga timnas Indonesia yang seret gelar juara.

“Kemudian fokus kami juga ke timnas Indonesia yang nanti akan main di Piala Dunia U-20,” kata Iriawan kepada awak media di Jakarta.

Selain itu, Iriawan menyatakan sudah berusaha keras untuk mengelola kompetisi secara baik. Buktinya, PSSI sampai menggunakan asisten wasit tambahan pada Liga 1 2021/22.

Memang asisten wasit tambahan tersebut baru bertugas pada pekan-pekan terakhir Liga 1. Akan tetapi, hal ini tetap patut diapresiasi karena PSSI berjuang agar kompetisi kasta teratas Tanah Air berjalan lancar.

Wasit memang kerap kali menjadi sorotan dari klub, manajemen, pemain, hingga suporter. Keputusan pengadil lapangan tersebut dinilai kurang tepat.

Selain itu, PSSI sedang berusaha untuk memakai VAR pada Liga 1 mengikuti jejak kompetisi di Eropa. Namun, untuk mewujudukannya bukan perkara mudah karena butuh biaya besar.

Setidaknya, biaya untuk membeli satu alat VAR Rp90 miliar dan sekali main di stadion menghabiskan sekitar Rp200 juta. Oleh karena itu PSSI sedang mencari sponsor untuk mendanai.

“Ini obsesi saya dan kantor PSSI kami juga belum punya dan kami akan terus [upayakan], termasuk tempat pemusatan latihan itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ucapnya.