Kiprah Singapore City Sailors dan JDT di LCA Jadi Motivasi Bali United di Piala AFC 2022

Negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Singapura, berhasil mengirimkan wakil di Liga Champions Asia 2022. Lebih hebatnya, Singapore City Sailors dan Johor Darul Ta’zim (JDT) bisa memperlihatkan taring mereka di Liga Champions Asia. Hal itu pun menjadi motivasi bagi Bali United.

Singapore City Sailors menang telak tiga gol tanpa balas ketika menghadapi klub Korea Selatan, Daegu FC, di kandang mereka sendiri. Lebih spesial lagi pemilik delapan gelar juara Malaysia Super League dan satu trofi Piala AFC, Johor Darul Ta’zim.

Klub sultan ini berhasil menang dua kali di Grup I Liga Champions Asia, di mana pada laga pertama mereka mampu menang 5-0 atas Guangzhou Evergrande.

Pada matchday kedua, klub raksasa Korea, Ulsan Hyundai, menjadi korban kedua, di mana JDT menang 2-1 dan menjadi pemuncak klasemen grup.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, terlihat senang dengan hasil yang diraih dua wakil negara tetangga itu di Liga Champions Asia musim ini. Baginya, apa yang diraih Singapore City Sailors dan JDT bisa menjadi contoh yang bagus untuk klub-klub Asia Tenggara lainnya.

Termasuk Bali United sebagai pemenang dua gelar juara Liga 1 secara beruntun. Terlebih Bali United dianggap klub sultan dan modern karena pengelolaan bisnis di dunia sepak bola yang cukup baik serta menjadi percontohan bagi klub-klub penghuni BRI Liga 1.

“Hasil bagus buat dua tim terbaik dari Singapura dan Malaysia. Dua tim ini pasti bisa menjadi contoh yang bagus untuk klub lain,” ujar pelatih yang karib disapa Teco itu, Rabu (20/4/2022).

“City Sailors dulu namanya Home United dan sudah punya prestasi di Piala AFC. JDT juga punya prestasi bagus di Piala AFC dan sekarang bermain di level yang lebih tinggi,” lanjut pelatih Bali United itu.

JDT dan Singapore City Sailors adalah klub besar di Asia Tenggara. Namun, mereka bisa berbicara banyak di fase grup Liga Champions Asia 2022 yang notabene dihuni klub-klub terbaik di kawasan Asia.

Apa yang dilakukan kedua klub ini, tentu menjadi pengaruh besar untuk Bali United di Piala AFC 2022. Apalagi Bali United menjadi tuan rumah Grup G.

“Kami sudah tahu dalam sepak bola ada kalanya klub yang lebih kecil bisa menang dari klub besar. Nanti di Piala AFC kami harus percaya diri untuk bisa meraih hasil positif,” ujar Teco.

Setelah mengunci beberapa pemain, seperti M. Toha dan M. Ridho, pelatih berpaspor Brasil ini mulai lebih sering mengamati calon lawan di Grup G. Pertandingan Kaya Iloilo FC, Visakha FC, dan Kedah Darul Aman sudah disaksikan oleh Teco.

Khusus Visakha, dia mendapatkan catatan khusus dari Privat Mbarga. Dengan hanya menyaksikan satu pertandingan saja, menurut Teco tidak akan cukup.

Dia juga masih mencari tahu lebih lanjut terkait regulasi pemain musim ini. Apakah boleh menambah satu pemain asing atau regulasi itu baru berlaku tahun depan.

“Minimal kami harus melihat tiga pertandingan lawan agar evaluasinya lebih bagus. Soal regulasi, kami masih diskusi dengan manajemen untuk melihat yang terbaik bagi Bali United nanti,” ujar Teco.