Didenda PSSI, Suporter Kelola Madiun Putra FC

Mundurnya Madiun Putra FC pada gelaran kompetisi Liga 3 Jawa Timur 2019 berdampak yang luar biasa bagi perkembangan sepak bola di wilayah Madiun.

Bagaimana tidak, keputusan mundur tersebut membuat Komisi Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur mengambil langkah tegas dengan menghukum klub Madiun Putra FC dilarang bermain selama semusim kompetisi dan denda sanksi administrasi sebesar Rp 40 juta.

Praktis sejak terakhir berkompetisi Tahun 2018, Madiun Putra telah vakum selama kurang lebih 3 tahun. Hal ini yang mendorong suporter Madiun Putra membuat sebuah gerakan #SaveMadiunPutra.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh supporter selama hampir dua tahun belakangan ini dengan menyuarakan tagar #SaveMadiunPutra,

Hal itu didasari adanya rasa rindu supporter terhadap pertandingan kesebelasan Madiun Putra. Pasalnya, klub yang dicintainya mati suri dan tidak ada kejelasan dari manajemen klub.

Perlahan demi perlahan, usaha suporter Madiun Putra akan membuahkan hasil. Disaat krisis finansial yang melanda klub Madiun Putra FC, supporter dengan berani mengambil alih klub untuk dikelola secara mandiri.

Supporter akan membayar seluruh denda sanksi administrasi Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, salah satunya dengan cara menggalang dana donasi #SaveMadiunPutra, seluruh dana yang terkumpul akan dibayarkan ke Asprov PSSI Jawa Timur.

“Hal ini adalah usaha terakhir dari teman-teman karena sudah sangat merindukan Madiun Putra beraga, selain itu kita juga menghindari adanya sanksi-sanksi berikutnya seperti pencoretan Madiun Putra dari keanggotaan PSSI karena tidak mengikuti kompetisi dalam beberapa musim terakhir, sehingga mau tidak mau musim ini harus ikut kompetisi” ujar Rizal, salah satu suporter yang tergabung dalam Madiun Football.

Selain usaha menggalang dana, supporter juga berusaha menggandeng beberapa pihak stakeholder sepakbola baik dari wilayah Madiun atau dari luar Madiun untuk bersama-sama mengelola Madiun Putra FC.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Great Bull Boys (salah satu elemen suporter Madiun Putra FC) sejak Desember 2021, dan kami mengapresiasi usaha yang dilakukan teman-teman suporter. Dan kepedulian kami terhadap sepakbola Madiun yang memutuskan kami akan mengambil bagian pada pengelolaan Madiun Putra FC musim kompetisi 2022 bersama-sama dengan suporter. Dan perihal sanksi administrasi, kami dari pihak pengelola tidak akan tinggal diam kok,” jelas Unggul Akbar Mustaqqien, perwakilan pihak pengelola Madiun Putra.

Bahkan pihak pengelola Madiun Putra FC juga telah berkoordinasi dengan Asprov PSSI Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

“Setelah mendapat restu dari Asprov Jatim, rencana awal kami akan segera merampungkan MoU Kerjasama dengan pemilik MPFC. Setelah MoU baru kami akan berburu pelatih yang sesuai dengan Visi dan Misi MPFC. Saat ini sudah ada beberapa pelatih yang melamar untuk bergabung, namun pengelola lebih memfokuskan untuk merampungkan MoU terlebih dahulu,” lanjut Unggul.

Pihak pengelola Madiun Putra nantinya akan berkolaborasi dengan pihak suporter (GBB dan The Mad) untuk bersama-sama mengelola MPFC selama kompetisi nanti. (fiq/ted/Berita Jatim)