Dua Hal yang Bikin Adam Alis Mau Kembali ke Arema FC

Dari empat rekrutan baru Arema FC di bursa transfer, ada satu nama yang sudah tak asing lagi. Yakni Adam Alis. Pemain yang didatangkan dari Bhayangkara FC ini pernah jadi bagian Arema di musim 2017 silam. Lima tahun berlalu, kini dia kembali lagi di usia matang, 28 tahun.

Lantas apa yang membuat Adam Alis kembali ke Arema FC? Ada dua hal yang disampaikan pemain kelahiran Jakarta tersebut. Yang pertama, dia ingin mengulang kenangan manis ketika bermain di Arema 5 tahun silam, di mana waktu itu dia sempat meraih gelar juara Piala Presiden.

Adam juga terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen pramusim tersebut. Sayangnya, di kompetisi, Arema terlempar ke papan tengah. “Jujur senang sekali bisa kembali ke kota ini. Saya juga punya banyak kenangan manis bersama Arema,” jawabnya.

Selain itu, dia mengaku rindu dengan dukungan suporter, Aremania. Karena saat empat musim membela Bhayangkara FC, dia nyaris tak dapat dukungan suporter dengan jumlah besar. Karena Bhayangkara FC hanya didukung segelintir suporter dari Kepolisian setiap kali main di kandang sendiri.

Berbeda saat dia bermain di Arema FC. Adam merasa punya energi tambahan ketika sudah lelah tapi mendengar nyanyian Aremania. “Saya kangen dukungan suporter, Aremania,” lanjutnya.

Saat main di Malang, Adam Alis termasuk pemain yang lumayan dekat dengan Aremania. Tak jarang dia berkumpul dengan Aremania di waktu senggang. Namun di musim ini, sepertinya akan sedikit berbeda. Karena kini dia sudah memiliki anak dan istri. Tentu waktu luangnya akan digunakan untuk berkumpul dengan keluarga.

Bergabungnya Adam membuat sektor sayap Arema punya stok melimpah. Karena Singo Edan sudah memiliki Dendi Santoso, Feby Eka, Ridwan Tawainella, Ryan Kurnia, Kushedya Hari Yudo, Dedik Setiawan dan Tito Hamzah.

Tapi entah mengapa Almeida sepakat mendatangkan Adam. Bisa jadi karena karakernya yang sedikit berbeda. Karena Adam pemain sayap yang lumayan produktif. Musim lalu, dia menceak 4 gol untuk Bhayangkara FC. Jadi dia bisa jadi pemecah kebuntuan. Bukan hanya sekedar pemberi suplai kepada striker.

Namun tidak menutup kemungkinan bergabungnya Adam membuat pemain sayap lain harus siap terdepak. Karena saat ini manajemen masih mempertimbangkan raport pemain dari pelatih, Eduardo Almeida.