Terganjal Restu Klub, Saddil Ramdani Minta Maaf Tak Bisa Ikut TC ke Korsel

Pemain sayap Saddil Ramdani kemungkinan besar tidak bisa memenuhi panggilan pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti training camp (TC) Timnas U23 Indonesia di Korea Selatan.

Saddil Ramdani mengaku tak bisa ikut TC untuk persiapan ajang SEA Games 2021karena terganjal restu klubnya, Sabah FA.

Ia mengutarakan manajemen klub tidak mengizinkan sang pemain pergi karena kompetisi Liga Malaysia baru saja dimulai dan tenaganya masih sangat dibutuhkan.

“Sebelumnya berharap semoga dipanggil. Namun, sekarang ini belum rezeki. Manajemen dan coach Sabah FC, Ong Kim Swee, belum bisa mengizinkan saya,“ ujar mantan pemain Persela Lamongan itu kepada Kompas.com.

“Saya akan tetap stay di sini. Mungkin rezeki yang tertunda bagi saya. Tanggal 8 nanti saya tidak bisa berpartisipasi pada TC di Korea Selatan,” imbuhnya.

Saddil Ramdani mengaku saat ini sangat dilema. Memenuhi panggilan negara tentu menjadi impian tertinggi seorang pesepak bola.

Namun, atas nama profesionalitas ia tidak bisa meninggalkan klub yang sedang membutuhkan tenaganya.

“Saya tidak tahu lagi harus bagaimana, intinya saya fokus dengan diri sendiri untuk saat ini. Mungkin pemanggilan timnas kali ini bukan rejeki saya,” terang pemain berusia 23 tahun.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia supaya Saddil bisa kembali ke Timnas. Akan tetapi, mungkin dengan situasi saat ini saya kemungkinan tidak bisa hadir pada TC tanggal 8 April, karena memang adanya seperti ini. Saya tidak diperbolehkan,” imbuhnya.

Keinginannya untuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia masih sangat besar. Ia pun berharap PSSI bisa turun tangan mencarikan solusi mengenai masalahnya.

“Saya memang susah untuk berangkat ke Timnas. Kecuali memang ada bantuan dari PSSI melakukan komunikasi di sini. Namun, sejauh ini tidak ada,” pungkasnya.

TC timnas U23 di Korea Selatan akan bergulir pada 8–29 April 2022 untuk persiapan SEA Games 2021 yang akan dilaksanakan bulan depan di Vietnam.

Indonesia tergabung di Grup A bersama dengan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste.