Respons Manajemen Persita Terkait Rumor Hengkangnya Widodo C. Putro

Manajemen Persita Tangerang buka suara soal rumor hengkangnya Widodo C. Putro setelah sang pelatih berpamitan lewat media sosial.

Seusai laga terakhir Liga 1 musim 2021-2022, Widodo mengatakan masa depannya di Persita Tangerang belum ada kejelasan. Tak lama setelahnya, dia mengucapkan salam perpisahan dan mendoakan yang terbaik untuk klub Ungu Barat.

“Untuk musim depan, ditunggu saja kabarnya,” kata Widodo singkat.

Menanggapi rumor tersebut, manajer Persita, I Nyoman Suryanthara tak juga memberikan jawaban pasti. Dia hanya menyampaikan rumor itu baru bisa dipastikan jika sudah ada pengumuman dari official klub.

“Nanti kebenarannya tunggu rilis resmi dari official persita,” ujar Nyoman.

Kontrak Widodo bersama Persita memang berakhir musim ini. Dia didatangkan sejak 2019 lalu dan diikat kerja sama selama tiga musim atau hingga akhir kompetisi 2021.

Widodo C. Putro merupakan pelatih yang berjasa membawa Persita promosi ke Liga 1. Di bawah arahannya, tim Pendekar Cisadane jadi runner-up Liga 2 2019.

Di musim Liga 1 2020, Widodo tak bisa menahkodai Persita secara penuh karena kompetisi dihentikan akibat adanya pandemi Covid-19.

Pada Liga 1 2021-2022, Widodo membawa Persita menyelesaikan musim di peringkat ke-12 dengan koleksi 39 poin. Tim asuhannya raih sembilan kemenangan, 12 hasil imbang dan telan 13 kekalahan.

Kendati gagal bawa Persita capai target manajemen yakni finish di 10 besar, Widodo mampu menjaga tim Kota Tangerang tetap bermain di Liga 1 musim depan.

Setelah rumor hengkang dari Persita, Widodo dikaitkan dengan sesama klub Liga 1, Bhayangkara FC. Itu dikarenakan posisi pelatih kepala tim juara Liga 1 2017 tengah kosong.

The Guardian dilaporkan tidak perpanjang kontrak dengan Paul Munster dan akan pakai jasa pelatih lokal musim depan.

Hanya saja, pihak Bhayangkara FC pun belum buka suara soal kedatangan Widodo. Tim masih menyelesaikan urusan terlebih dahulu dengan Paul Munster.

Seperti diketahui, Paul Munster menangani Bhayangkara FC sejak Liga 1 musim 2019 lalu. Dua musim ditangani Munster, The Guardian selalu bisa bersaing di papan atas klasemen.

Pada musim pertamanya di Indonesia, mantan pelatih Timnas Vanuatu itu sukses membawa Bhayangkara FC finis di urutan ketiga. Kemudian pada musim 2021–2022, Paul membawa The Guardian berada di posisi ketiga klasemen akhir dengan 66 poin.

Kinerja Paul sebenarnya terbilang cukup bagus. Namun, mantan direktur teknik Minerva Punjab itu dipastikan tidak lagi duduk di kursi pelatih kepala Bhayangkara FC musim depan.