Timnas Indonesia Wajib Raih Emas SEA Games Vietnam, jika Gagal…

Timnas Indonesia U-23 wajib meraih medali emas SEA Games 2021 di Vietnam. Jika gagal, pemerintah akan mempertimbangkan keikutsertaan mereka di Asian Games September tahun ini.

Sesuai hasil keputusan tim review yang terdiri dari akademisi, pakar, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia, telah diputuskan sepakbola masuk dalam cabang yang dikirim ke SEA Games di Vietnam, 12-23 Mei.

Analisanya dari hasil medali perak di SEA Games Filipina dua tahun lalu. Adapun jumlah atlet yang diakomodir 20 pemain.

Menpora Zainudin Amali menetapkan seluruh cabang olahraga yang tampil memperkuat Indonesia di SEA Games harus memiliki potensi besar meraih medali emas. Termasuk salah satunya sepakbola.

“Targetnya emas dan itu Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) sudah tahu. Makanya mereka sudah siap dipelatnaskan dan kabarnya akan dibawa ke Korea bersama. Jadi semua yang diumumkan ini target emas semua,” kata Amali kepada pewarta.

Jika tidak berhasil memenuhi target yang dicanangkan, Menpora asal Gorontalo itu mengatakan ada konsekuensinya. “Kita akan hitung. Ada Asian Games juga (nanti), jika terlalu anjlok berarti Asian Games berat.”

“Kemungkinan tidak dikirim (ke Asian Games 2022)? Jika anjlok betul akan kami pertimbangkan. Makanya kalau ditanya target harus emas, emas, emas,” ucap Menpora

Bagi Amali, tak ada alasan untuk tidak menancapkan target emas kepada setiap cabang olahraga karena sudah melalui peninjauan data.

“Semua dipanggil kok. Jadi Binpres dulu, jika tim review tak yakin, maka (panggil) manajernya, lalu pelatihnya. Atletnya sih belum sampai dipanggil.”

“Jadi kita harus lakukan ini. Memang saya dibenci orang tapi saya harus melakukan ini untuk kebaikan olahraga Indonesia. Kalau saya hanya menyenangkan saja, olahraganya tidak maju, dosa saya,” kata Amali.

Sebagai informasi, Indonesia harus puasa lebih lama untuk bisa meraih emas setelah sepakbola Indonesia kembali gagal pada SEA Games 2019.

Indonesia terakhir kali meraihnya pada 1991 silam, saat pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu juga dilangsungkan di Filipina.