Bhayangkara FC Borong Gelar di Piala Soeratin, Simon McMenemy: Menakjubkan!

Klub sepak bola Bhayangkara FC memborong prestasi di turnamen usia muda, Piala Soeratin 2022. Begini kata pelatih asing Simon McMenemy.

Sebagaimana diketahui, Simon McMenemy adalah pelatih asing yang telah membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.

Setelah itu, Simon McMenemy didaulat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun jabatannya tidak lama, antara tahun 2018-2019 hingga posisinya digantikan oleh Shin Tae-yong.

Sejak itu, Simon McMenemy tidak kembali ke kampung halamannya di Skotlandia, atau melatih di negara lain. Ia memilih bertahan di Indonesia karena memiliki misi tertentu.

Simon McMenemy kemudian bergabung sebagai direktur teknik di Akademi Sepak Bola Bhayangkara FC. Hasilnya, berbagai prestasi berhasil didapatkan oleh tim muda.

Khususnya jika melihat Piala Soeratin 2022, Bhayangkara FC boleh dikatakan sebagai juara umum, karena dari usia U-13, U-15, hingga U-17 juga lolos ke putaran akhir.

Benar saja, Bhayangkara FC U-17 langsung menyabet gelar juara Piala Soeratin U-17, usai menundukkan PSJS Jakarta Selatan di final, Senin (28/03/22) lalu, dengan skor 3-0.

Tak pelak, Simon McMenemy pun langsung membagikan kebahagiaannya melalui satu unggahan foto di akun Instagram-nya.

“Sangat bangga dengan tim U-17. Juara nasional di level U-17 dan menang 3-0 di final. Tim U-13 akan main di final nasional hari ini,” ungkap Simon McMenemy.

“Dua tim di final kompetisi nasional adalah pencapaian yang menakjubkan,” tambah pelatih asing kelahiran Skotlandia tersebut.

Skuat Bhayangkara FC U-13 juga tampil di final Piala Soeratin U-13 2022. Hasilnya, Young Guardians menjadi runner up, usai tumbang dari Asiana U-13 di babak final.

Walau gagal meraih trofi juara, tapi pemain Bhayangkara FC U-13, Jabir, dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Soeratin U-13.

Jabir merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan dalam skuat Bhayangkara FC U-13, tapi ia berkontribusi membukukan dua gol dan empat assist.

Selain itu, Afreza Davino juga berhasil menyabet titel top skorer Piala Soeratin U-13, setelah membukukan total lima gol.

Arfeza Davino merupakan pemain muda yang berposisi sebagai sayap kiri, dan memiliki tinggi di atas rata-rata, 174 cm.

Walau Bhayangkara FC U-15 gagal ke final Piala Soeratin U-15, hanya mentok di babak perempat final, namun capaian itu tetaplah luar biasa bagi sebuah akademi sepak bola.

Apalagi, tim senior Bhayangkara FC baru saja mengunci posisi tiga besar di pentas BRI Liga 1 2021-22, sehingga akan mewakili Indonesia di kompetisi kancah internasional.

“Kompetisi yang luar biasa untuk tim muda kami, U-17 juara nasional, U-15 perempat final nasional, U-13 runner up nasional, tim senior juara 3 Liga 1,” ungkap McMenemy.

Masih ingat dengan kontroversi yang dilakukan pemain Bhayangkara FC di Elite Pro Academy Liga 1 U-18 tahun 2021 silam?

Kala itu, sejumlah pemain Bhayangkara FC melakukan aksi tak terpuji terhadap wasit, hingga menerima sanksi berat dari PSSI.

Namun kini, manajemen Bhayangkara FC telah berbenah, dan akhirnya menjadi tim paling fairplay di Piala Soeratin U-17 2022.

Hal ini menandakan jika Bhayangkara FC memang serius berbenah dan membina pemain dari level grassroot, selanjutnya bisa diarahkan untuk main di tim senior.