PT LIB Masih Buka Peluang Bali United Bermain di Stadion Dipta dengan Penonton

Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ahmad Hadian Lukita masih membuka kemungkinan untuk Bali United bisa tampil di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali di laga penutup.

Liga 1 musim 2021/22 masih tersisa sepekan lagi.

Laga pekan ke-34 bakal ditutup oleh Bali United melawan Persik Kediri pada Kamis (31/3/2022).

Laga tersebut sekaligus jadi pesta bagi Bali United usai jadi juara Liga 1 musim ini.

Gelar Liga 1 ini jadi yang kedua secara beruntun setelah meraihnya pada musim 2019.

Namun kontroversi muncul ke permukaan menjelang laga pekan ke-34 Bali United.

Pasalnya, I Wayan Koster selaku Gubernur Bali didampingi pemilik Bali United dan Persik, mengizinkan laga penutupan Liga 1 dihadiri oleh penonton.

Kebijakan ini jadi perbincangan publik di media sosial sampai detik ini.

Bukannya mereda, justru PT LIB selaku operator Liga 1 mengeluarkan Surat Permohonan Persetujuan kepada 17 klub ditandatangani oleh Ahmad Hadian Lukita yang tersebar di media sosial.

Isinya yaitu untuk membolehkan laga Bali United lawan Persik Kediri dihadiri penonton dan dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Gelombang penolakan pun tak hanya muncul dari klub peserta Liga 1 lainnya, namun juga beberapa kelompok suporter Bali United.

Sejauh ini, Northsideboys 12 dan Semeton Dewata sudah mengeluarkan pernyataan untuk tetap mengosongkan stadion, jika pertandingan lainnya di pekan ke-34 tidak boleh dihadiri penonton.

Persebaya Surabaya dan Persikabo 1973 sudah mengkonfirmasi penolakannya untuk laga Bali United dan Persik Kediri dengan penonton, sementara Arema FC sepakat dengan sejumlah catatan untuk PT LIB.

Saat diwawancarai redaksi Bolasport.com lewat sambungan telefon untuk meminta konfirmasi, Ahmad Hadian Lukita mengaku kalau ia masih berkoordinasi dengan stakeholder Provinsi Bali.

“Ini saya masih dengan aparat, eh stakeholder di Bali nih, masih diskusi dan saya belum cek hasil itu. Masih diskusi intinya,” ujar Ahmad Hadian Lukita pada Senin (28/3/2022).

“Ya semua pertimbangan masuk juga, didiskusikan gitu, terutama soal tidak ada penonton,” lanjutnya.

Soal kehadiran penonton sendiri, Lukita mengaku memperhatikan sepenuhnya aspek keamanan.

“Itu juga jadi salah satu pertimbangan, soal Kabtimmas juga jadi salah satu yang didiskusikan, karena dari pemerintah punya hasil analisa juga,” ujarnya.

Saat ditanya soal kemungkinan Bali United main di Stadion Kapten I Wayan Dipta, ia mengaku masih membuka kesempatan.

“Masih 50:50, belum keputusan,” ujarnya.

Namun keputusan soal penyelenggaraan laga Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, masih mempertimbangkan aspirasi klub peserta Liga 1.

“Nanti saya diskusi dengan klub dulu dong, hasilnya kan dari kita, kita infokan lalu diskusikan,” ujarnya.