Bhayangkara FC vs Persija Jakarta Berakhir Imbang – Musim Depan Kedua Tim Ganti Pelatih?

Duel mantan juara Liga 1 antara Bhayangkara FC dan Persija Jakarta berakhir imbang tanpa pemenang. Pada laga yang digelar Sabtu, 26 Maret, di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini, kedua tim harus puas berbagi angka 1-1.

Persija membuka keunggulan lebih dulu melalui striker Taufik Hidayat pada menit ke-20. Lagi-lagi, tidak nampak sosok striker asing Marko Simic, yang sudah beberapa pertandingan tidak lagi jadi andalan tim Macan Kemayoran.

Lima menit kemudian, striker gaek Herman Dzumafo Epandi membuat Bhayangkara menyamakan kedudukan. Sisanya, laga berjalan terbuka tapi tidak ada gol tambahan. Laga ini lebih penting untuk Bhayangkara, yang mengintip peluang untuk jatah tampil di kompetisi Asia.

Selepas pertandingan, awak media mempertanyakan bagaimana gambaran kedua pelatih musim depan tentang tim yang mereka tukangi saat ini. Sudirman dari Persija menjawab, bahwa dirinya juga tidak bisa berkomentar banyak soal hal tersebut.

“Terus terang untuk target kedepannya saya belum tahu.. Karena tentunya kami juga lagi memikirkan siapa pelatih tahun depan. Saya tidak tahu siapa pelatihnya, saya pikir target itu nanti ditentukan oleh siapa pelatih yang akan menangani Persija,” urai Sudirman.

Memang, Sudirman sendiri ditunjuk sebagai pelatih Persija pada pertengahan kompetisi. Sebelumnya Angelo Alessio merupakan nakhoda Macan Kemayoran, tapi akhirnya lengser dan Sudirman yang berposisi sebagai asisten pelatih dipromosikan sebagai pelatih kepala.

Sementara untuk Paul Munster, arsitek asal Irlandia itu juga tidak mau memastikan bagaimana tempatnya di Bhayangkara musim depan. Munster merupakan salah satu pelatih asing yang dinilai punya kualitas, dengan dirinya tetap menjaga Bhayangkara mampu bersaing di papan atas.

“Itu sebenarnya pertanyaan yang bagus, tapi untuk sekarang saya belum bisa jawab karena bisa saja satu pertandingan besok [Liga 1 pekan 34] adalah pertandingan terakhir saya bersama Bhayangkara FC,” tuturnya.

Mengenai jalannya pertandingan, mantan pelatih Kepulauan Vanuatu ini tetap memberi kredit atas pencapaian satu poin anak asuhnya. Bagaimana pun, Bhayangkara masih bisa mempertahankan posisi tiga mereka pada akhir musim nanti demi jatah Piala AFC. Asalkan, bisa tiga poin pada pekan terakhir.

“Secara keseluruhan saya suka dengan performa para pemain.. Dan juga ini memang hasil yang sudah cukup baik untuk kami sebenarnya.”

“Tapi kami kebobolan duluan dan itu yang membuat saya kecewa. Karena dalam situasi bertahan saya sudah peringatkan pada pemain bahwa itu yang akan terjadi, dan kami kebobolan dari situasi yang memang seperti yang sudah diperingatkan.”

“Tapi anak-anak bermain dengan sangat baik, kami mengontrol pertandingan, anak-anak bisa mencetak gol balasan namun sayangnya kami belum bisa mendapatkan gol selanjutnya.”