Pintu Timnas U-19 Indonesia Terbuka untuk Pemain Keturunan, Bek Almere City Kirim Kode ke PSSI

Bek Almere City, Kai Davy Boham, merespon baik peluang untuk membela timnas U-19 Indonesia di Piala Dunia U-20 2023.

Seperti diketahui, timnas U-19 Indonesia memang sudah memulai persiapan untuk Piala Dunia U-20 2023.

Pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, memutuskan untuk menggelar pemusatan latihan (TC) di Korea Selatan.

Tak hanya pemain lokal, timnas U-19 Indonesia juga akan memberi kesempatan untuk pemain keturunan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, mochamad Iriawan.

Mochamad Iriawan mengatakan tak menutup kemungkinan timnas U-19 Indonesia juga akan diperkuat pemain keturunan di Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

“Kalau pemain keturunan masih cukup umurnya tidak menutup kemungkinan nanti kita ambil,” kata Iriawan dikutip dari BolaSport.com, Jumat (11/3/2022).

Namun, Iriawan mau pemain keturunan Indonesia yang dipilih benar-benar memiliki kualitas yang bagus.

Meski begitu, Iriawan mengatakan keputusan akhir soal pemain keturunan ada di tangan Shin Tae-yong.

“Kami tunggu dari Shin Tae-yong yang jelas kalau keturunan apakah umurnya cukup buat Piala Dunia U-20,” ujar Iriawan.

“Kalau bagus Shin Tae-yong bisa ambil, tapi sekali lagi urusan pemain saya serahkan kepada Shin Tae-yong,” imbuhnya.

Kabar ini pun langsung mendapat respon dari Kai Davy Boham.

Melalui Twitter pribadinya, merespon kabar soal rencana PSSI tersebut.

Bek kelahiran 2003 itu membubuhkan emoji dua tangan dan bendera Indonesia.

Peluang Kai Davy Boham untuk membela timnas U-19 Indonesia sendiri cukup terbuka.

PSSI sendiri berencana menugaskan anggota Komite Eksekutif (Exco), Hasani Abdulgani untuk berangkat ke Belanda.

Hasani Abdulgani ditugaskan untuk bertemu dengan keluarga para pemain keturunan Indonesia.

Selain itu, Hasani Abdulgani juga ditugaskan untuk berburu pemain keturunan Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2023.

“Tujuan dia (Hasani Abdulgani) untuk berkomunikasi dengan keluarga (pemain keturunan),” ungkap Iriawan.

“Kami juga harus sopan ke orang tua mereka karena mereka kan juga ada keturunan Indonesianya,” pungkasnya.