Nasib Persiraja Banda Aceh di Liga 1 di Ujung Tanduk

Nasib Persiraja Banda Aceh di BRI Liga 1 berada di ujung tanduk. Kepastian bertahan atau terdegradasi ke Liga 2 akan ditentukan pada pekan ke-30 Liga 1.

Persiraja Banda Aceh akan menghadapi Bali United pada pekan ke-30 Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Jumat (11/3/2022). Cuma kemenangan atas Bali United yang bisa menjaga asa Persiraja bertahan di Liga 1, sambil berharap Persipura Jayapura terpeleset di laga pekan ke-30 lainnya.

Sampai pekan ke-29, Persiraja masih di peringkat buncit dengan cuma meraih 13 poin. Laskar Rencong cuma dua kali menang, tujuh kali imbang, dan 20 kali kalah.

Adapun poin maksimal yang bisa diraih Persiraja Banda Aceh pada akhir musim adalah 28 poin. Itu dengan catatan mereka menyapu bersih semua laga sisa.

Tapi itu juga sambil berharap pesaing-pesaing mereka di zona degradasi terpeleset. Dua pesaing Persiraja adalah Persipura Jayapura di peringkat ke-16 dengan 26 poin dan Persela Lamongan di urutan ke-17 dengan 20 angka.

Persipura adalah pesaing yang juga akan menjadi penentu utama nasib Persiraja. Adapun Persipura akan menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-30, Kamis (10/3).

Jika Persipura menang atas PSM maka Mutira Hitam akan mengumpulkan 29 poin. Raihan itu sudah tak mungkin dikejar Persiraja sehingga mereka dipastikan akan terdegradasi.

Hasil imbang apalagi kalah sudah tak berpengaruh lagi buat Persiraja andai Persipura menaklukkan PSM. Laskar Rencong dipastikan akan terdegradasi ke Liga 2.

Sudah diprediksi sejak awal musim

Kiprah singkat Persiraja di Liga 1 sebenarnya sudah ditebak sejak awal musim. Mereka menjadi klub paling sering mengeluh dengan sistem kompetisi.

Mereka juga menjadi salah satu klub yang setuju wacana kompetisi digelar tanpa degradasi. Disinyalir kebijakan itu menguntungkan Persiraja yang cuma bermodalkan pemain seadanya di awal musim.

Selain itu, mereka juga mendapat keringanan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal lisensi pelatih. Pelatih mereka di awal musim Joko Susilo tetap diizinkan melatih Persiraja meski tak punya lisensi AFC Pro.

Pada perjalanannya, PT LIB menurunkan persyaratan buat pelatih Liga 1. Pelatih dengan minimal lisensi AFC A sudah bisa menangani Liga 1.

Start Persiraja sebenarnya tidak buruk dalam dua pekan pertama. Setelah kalah pada laga pertama, mereka menang dramatis 3-2 atas PSS Sleman pada pekan kedua.

Setelah itu, mereka menjalani 19 laga tanpa kemenangan yang menjadi mereka sebagai klub dengan kiprah terburuk di era Liga 1. Tren tak pernah menang akhirnya putus pada pekan ke-22 berkat kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta.

Tapi setelahnya, mereka kembali belum meraih kemenangan lagi. Sampai akhirnya mereka terancam terdegradasi dengan laga penentuannya pada pekan ke-30.