Buntut Laga Kontroversi vs Farmel FC, Persikota Kalah WO dan Pengurangan 3 Poin

Persikota Tangerang secara resmi dinyatakan kalah WO (walk out) dengan skor 0-3 dari Farmel FC.

Hal itu merupakan sanksi dan hukuman setelah tim Persikota Tangerang tidak melanjutkan laga perdana Grup CC Liga 3 2021, tiga hari lalu di Stadion Deltra Sidoarjo, Jawa Timur.

Sanksi tersebut diberikan Komdis PSSI dalam surat yang ditanda tangani ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin TPL Tobing pada 8 Maret 2022.

Selain dinyatakan kalah WO, Persikota juga dapat hukuman berupa pengurangan tiga poin dan denda Rp10 juta.

Tim Kuning Biru dinyatakan salah, merujuk pada pasal 13 ayat 3 regulasi Liga 3 tahun 2021 dan pasal 57 kode disiplin PSSI tentang mengakibatkan pertandingan terhenti.

Tim Kuning Biru dinyatakan salah, merujuk pada pasal 13 ayat 3 regulasi Liga 3 tahun 2021 dan pasal 57 kode disiplin PSSI tentang mengakibatkan pertandingan terhenti.

Pada pasal satu kode disiplin disebutkan, apabila pertandingan tidak dapat dilaksanakan secara penuh untuk alasan yang bukan merupakan keadaan kahar (force majeure), tetapi karena tingkah laku tim atau tingkah laku yang terhadap mana suatu klub atau badan bertanggung jawab (termasuk menolak melanjutkan permainan dengan meninggalkan lapangan permainan dan menunda dilanjutkannya permainan, protes berkepanjangan dan sebagainya) tim atau klub yang bertanggung jawab dikenakan sanksi dinyatakan kalah (forfeit) dengan pengurangan 6 (enam) poin (secara khusus mengesampingkan Pasal 28 ayat 3 Kode Disiplin PSSI ini) dan sanksi denda sekurang-kurangnya sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

“Sesuai laporan pertandingan dan regulasi maka pihak klub, pemain, pelatih dan manajer mendapatkan hukuman,” kata ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin TPL Tobing.

“Benar itu surat soal sanksi dan hukuman dan soal banding ada ketentuan bisa atau tidaknya. Tapi yang pasti hukuman itu diberikan karena kesalahan tim yang tak melanjutkan pertandingan,” imbuhnya.

Persikota memang memilih tidak melanjutkan pertandingan lawan Farmel FC pada babak kedua. Tim juara Liga 3 zona Banten itu kecewa dengan keputusan kontroversi wasit, sehingga tidak mau bermain lagi setelah sempat terhenti pada menit ke-60.

Pemotongan tiga poin menyebabkan Persikota maksimal memperoleh 3 poin jika berhasil merebut dua kemenangan di laga selanjutnya. Hanya saja, peluang untuk lolos ke babak selanjutnya sangat tipis.

Tak hanya itu, Farmel FC juga dilaporkan dapat hukuman karena pemainnya sempat berkelahi dengan pemain Persikota. Hanya saja, keputusan sanksi belum dirilis tertulis oleh PSSI.