Alasan Mulia Mohammed Rashid Ogah Ikut Bentangkan Spanduk ‘Stop War’ di Laga Persija vs Persib

Ada pemandangan unik jelang kick off Liga 1 antara Persija Jakarta vs Persib Bandung, di mana Mohammed Rashid terlihat tidak ikut memegang spanduk ‘stop war’.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Bali pada Selasa (01/03/22) lalu, para pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung kompak membentangkan spanduk ‘stop war’ sama seperti yang dilakukan klub-klub Eropa.

Hal itu lantaran adanya invasi pasukan militer Rusia ke Ukraina. Bahkan, invasi ini mulai menggempur area penduduk dan infrastruktur sipil hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

FIFA dan UEFA beberapa waktu lalu telah memberikan hukuman kepada tim nasional dan semua klub di Rusia dengan mencoret mereka dari seluruh kompetisi resmi.

Masalah ini kemudian membuat beberapa klub di Eropa ikut membentangkan spanduk bertuliskan ‘stop war’ (hentikan perang). Bahkan spanduk tersebut juga muncul di laga El Clasico Indonesia antara Persija vs Persib.

Hanya saja ada satu pemain yakni Mohammed Rashid yang mencuri perhatian dunia karena sengaja tidak ikut memegang spanduk. Di Story Instagram, ia memberikan asalan mulia mengapa melakukan hal tersebut.

Mohammed Rashid merupakan pemain asing Persib Bandung yang berasal dari Palestina. Ia menganggap kalau FIFA hanya terlalu fokus kepada invasi Rusoa-Ukraina, tanpa memperdulikan Israel yang juga melakukan serangan ke Palestina.

“Hentikan semua kekerasan dunia,” tulis Mohammed Rashid di Story Instagram pribadinya.

Sementara itu, eks pemain Timnas Mesir yakni Mohamed Aboutrika Soal juga sempat ikut menyinggung standar ganda dari FIFA. Dirinya mengungkapkan, hukuman berat FIFA dan UEFA pada Rusia juga sejatinya diterapkan pada Israel, karena mereka juga rutin menginvasi Palestina.

“Keputusan untuk menghukum klub dan Timnas Rusia dari semua kompetisi, harusnya diikuti sanksi kepada mereka yang berhubungan dengan Israel. Apalagi, Israel membunuh anak-anak dan wanita di Palestina selama bertahun-tahun,” ujar Aboutrika, dilansir Goal International.