Pelatih PSS Kecewa Berat Melihat Cara Main Timnya saat Dikalahkan Persikabo

PSS Sleman mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Persikabo 1973 di pekan ke-27 BRI Liga 1 2021/2022. Dalam laga yang digelar di Stadion I Gusti Ngurah Rai, PSS kalah 0-2 dari Persikabo.

Dua gol kemenangan Persikabo 1973 dicetak oleh penyerang lokal, Dimas Drajad. Pemain berusia 24 tahun itu menjadi bintang kemenangan timnya dengan memborong gol pada menit ke-48 dan 62.

PSS Sleman sebenarnya memiliki kesempatan untuk unggul di babak pertama. Pasukan Elang Jawa sempat memiliki beberapa peluang bagus.

Termasuk melalui tendangan penalti. Namun, eksekusi yang dilakukan Wander Luiz sangat buruk. Upaya tendangan gaya Panenka yang ia lakukan gagal. Bola justru menyamping di sisi kanan gawang Persikabo.

Pelatih PSS Sleman, I Putu Gede menyebut kekalahan ini sebagai hasil yang sangat mengecewakan. Putu lebih kecewa lagi dengan cara bermain PSS di laga ini.

“Pertama selamat buat Persikabo, hasil yang sangat mengecewakan buat kami. Saya pikir bukan masalah kalah menang. Tapi bagaimana pemain menghadapi situasi pertandingan,” ujarnya dalam sesi jumpa pers selepas laga.

“Di awal babak pertama kita kuasai cuma kita nggak bisa memanfaatkan peluang akhirnya tim Persikabo berbenah dan jadi kuat dan jadi punya mental, jadi kami yang tertekan. Hari ini fighting spirit ilang di babak kedua,” lanjut Putu Gede.

I Putu Gede menilai akan menjadi sebuah bencana jika PSS terus menampilkan permainan seperti saat menghadapi Persikabo 1973. Cara bermain dan hasil tersebut seolah menjadi alarm bahaya bagi tim berjuluk Elang Jawa itu.

Sebab persaingan BRI Liga 1 2021/2022 semakin ketat. Apalagi kompetisi di musim ini tinggal menyisakan tujuh pertandingan lagi. Jika tak waspada, PSS bisa terlempar ke papan bawah klasemen.

“Ini alarm bahaya buat PSS, ada tujuh pertandingan lagi. Momen-momen ini krusial butuh mental. Persaingan di papan bawah juga semakin dekat dengan yang di tengah,” kata Putu.

Putu pun meminta para pemain asuhannya untuk melupakan hasil buruk di laga melawan Persikabo. Ia meminta Bagus Nirwanto dan kolega untuk fokus di laga selanjutnya.

“Kalau kami main seperti ini terus jadi masalah. Saya pikir ini harus dilupakan, para pemain harus kembali mengeluarkan ciri khasnya,” tandasnya.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan gelandang PSS Sleman, Misbakus Solikin. Misbakus merasa PSS tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik.

“Menurut saya, kami di babak pertama menguasai pertandingan dan kurang memanfaatkan peluang,” ujarnya.

Selain itu, Bagus juga merasa di babak kedua para pemain PSS banyak melakukan kesalahan sendiri. Kesalahan itu kerap dimanfaatkan oleh para pemain Persikabo.

“Babak kedua kita juga banyak sendiri. Kita lupakan hari ini fokus pertandingan kedepan,” tekad eks pemain Persebaya ini.