Rahmad Darmawan Tak Sanggup Lihat Persipura Turun Kasta, Padahal Dirinya Sendiri Juga Terancam Degradasi

Rahmad Darmawan tak berani membayangkan Persipura menjadi klub yang terdegradasi dari Liga 1.

Rahmad Darmawan menyinggung persaingan menghindari degradasi di Liga 1 2021/22 yang melibatkan Barito Putera dan Persipura Jayapura.

Rahmad Darmawan baru saja membawa Barito Putera mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 3-0 pada pekan ke-25 Liga 1 2021/22, Senin (14/2/2022).

Dengan kemenangan tersebut, Barito Putera untuk pertama kali keluar dari zona degradasi sejak ditangani Rahmad Darmawan.

Coach RD datang ke Barito Putera ketika klub tersebut berkubang di zona degradasi sepanjang putaran pertama.

Eks pelatih timnas Indonesia U-23 itu menggantikan posisi Djadjang Nurdjaman yang dicopot karena hasil buruk.

Pada mulanya, RD juga kesulitan mengangkat performa Laskar Antasari, terbukti dengan lima kekalahan dalam enam laga.

Kemenangan perdana RD bersama Barito Putera baru terjadi pada laga ketujuh menghadapi PSIS Semarang yang didera Covid-19 (10/2/2022).

Tripoin itu lantas diikuti hasil positif berikutnya melawan Persipura (14/2/2022).

Dengan dua kemenangan beruntun, Barito resmi melompati Persipura untuk keluar dari zona degradasi.

Coach RD sendiri memiliki kenangan manis bersama Persipura saat mengantar klub tersebut menjadi juara Liga Indonesia 2005.

Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku tak sanggup melihat mantan klubnya turun kasta di akhir musim.

“Saya belum berani berandai-andai (Persipura terdegradasi),” tutur RD dikutip dari Kompas.com (14/2/2022).

“Buat saya Persipura adalah klub luar biasa dan kami semua respect dengan semua yang ada di sana,” sambungnya.

Barito Putera kini mengantongi poin sama dengan Persipura, 22 poin, tetapi unggul head to head.

Di sisi lain, Persipura yang sempat menunjukkan peningkatan performa di bawah Alfredo Vera kini mulai lesu.

“Saya pikir, Persipura (adalah) salah satu tim dengan kualitas permutasi antar lini yang paling baik,” terang RD.

“Mereka bermain begitu dinamis dan setiap pemain punya kecepatan yang tidak dimiliki banyak tim.”

“Hanya memang hari ini ada strategi dan skema main yang tidak sesuai keinginan, dan kelihatannya itu terjadi sama mereka,” pungkasnya.

Baik Barito Putera maupun Persipura masih perlu mengumpulkan lebih banyak poin untuk selamat dari ancaman degradasi.