Profil Klub Tokyo Verdy, Lahir di Ibukota Tokyo Mengalir Darah Petualang

Klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy memiliki 4 filosofi penting dan sempat bertarung lama di kasta tertinggi liga Jepang sebelum akhirnya terdegrdasi.

Pratama Arhan resmi hengkang dari PSIS Semarang menuju klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy.

Tidak hanya itu, CEO PSIS, Yoyok Sukawi melepaskan bek mudanya tersebut dengan status free transfer dan sesuai target yakni bermain di luar negeri.

Arhan diperkenalkan oleh klub Tokyo Verdy melalui laman instagram resmi mereka (@tokyo_verdy).

Dalam unggahan tersebut disampaikan jika pemain kelahiran Blora ini akan memperkuat tim mereka musim ini.

“Peraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Kejuaraan Sepak Bola ASEAN(Piala Suzuki AFF)tahun 2020!”

“Pratama Arhan dipastikan akan bergabung melalui transfer permanen dari PSIS Semarang!”

“Selamat datang dan selamat bergabung, Arhan,” tulis Tokyo Verdy.

Terkait klub, nama Tokyo Verdy sendiri memiliki arti khusus.

Tokyo adalah Kota kelahiran klub “verde” diambil dari bahasa Portugis yang berarti “hijau”.

Klub ini bermarkas di Stadion Ajinomoto, Tokyo.

Total, markas mereka mampu menampung hingga 49.000 pentonton.

Terbentuk tahun 1960an, sebelumnya klub ini bernama Yomiuri Soccer Club.

Pada tahun 1992, klub berganti nama menjadi Verdy Kawasaki.

Tahun 2001 akhirnya mereka pindah ke Tokyo dan berganti nama menjadi Tokyo Verdy 1969.

Setelah lama bertarung di divisi atas Liga Jepang, pada tahun 2005 mereka terdegradasi ke divisi kedua.

Tokyo Verdy sempat kembali promosi ke J1 pada tahun 2008.

Hanya satu musim mereka akhirnya kembali turun ke divisi kedua.

Mereka sempat hampir lolos ke Liga 1 Jepang pada tahun 2017 hingga babak play-off.

Tokyo Verdy sendiri memiliki empat nilai inti klub.

Hal ini yakni pioneer, ambition, diversity, dan sustainability.

Menariknya salah satu nilai penting yakni ambition bagi mereka berarti mereka memliki semangat petualang dan berusaha merumuskan cita-cita besar untuk coba mewujudkannya.