Cerita Bagus Kahfi, Sempat Kaget Saat Baru ke Belanda hingga Tertukar Posisi di Timnas U-16 Indonesia dengan Kembarannya

Bagus Kahfi menceritakan pengalaman uniknya ketika memulai karir di Belanda dan baru bergabung dengan timnas U-16 Indonesia.

Saat itu Bagus baru pindah dari klub Barito Putera ke tim Utrecht U-18.

Disana dia mengaku sempat kaget dengan sambutan pertama klub yang bermarkas di Stadion Sportpark Zoudenbalch ini.

Bagus mendapatkan sambutan hangat dengan langsung diajak makan bersama tim.

Hal ini membuat dia merasa nyaman dan seperti di rumah.

“Tiba-tiba saya baru datang diajak makan bareng.”

“Selalu diajak untuk makan malam bareng, itu membuat saya lebih nyaman dan berasa rumah,” kata Bagus Kahfi dilansir BolaSport.com dari kanal youtube PSSI.

Pemain berusia 20 tahun ini sekarang membela klub Ultrecht U-21.

Bagus memulai debut dengan tim barunya saat melawan tim Telstar.

Sudah memulai karir hingga Eropa dia menegaskan akan tetap meniti karir di klub Benua Biru.

“Saya ingin berada di Eropa selama mungkin, selama saya bisa stay di sana kenapa saya harus pulang.”

“Tujuannya sudah bulat pokoknya semaksimal mungkin menantang diri sendiri,” tegas Bagus.

Tekait pengalaman unik lain, Bagus menceritakan ada satu momen tak terlupakan saat baru bergabung dengan timnas U-16.

Saat itu skuad Garuda Muda dipimpin oleh pelatih Fakhri Husaini.

Bagus mengikuti seleksi dengan kembarannya yakni Bagas Kaffa.

Dia saat itu berposisi sebagai bek kanan, sementara Bagas ada di posisi striker.

Menariknya, Fakhri Husaini tidak menyadari jika posisi kedua pemain ini tertukar.

Sehingga, Bagas ada di posisi bek dan Bagus bermain untuk posisi penyerang.

Namun, hal ini sekaligus yang mengantarkan Bagus bermain di posisi penyerang hingga sekarang.

“Ketika coach Fakhri, saya seleksi untuk timnas u-16 saya bermain di bek kanan.”

“Bagas striker tapi ketika seleksi nasional Bagas yang bek kanan saya yang striker, cuma kita menyikapi ya sudah lah.”

“Mungkin ini tantangan buat kita, kita juga sudah terbiasa, pokoknya gas aja sama kita, coach Fakhri tidak sadar sama sekali,” tutup Bagus.