Skuad Persija di BRI Liga 1 Bikin Murka, Bambang Pamungkas: Saya atau Kalian yang Keluar?!

Persija Jakarta menelan kekalahan memalukan. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu takluk 0-1 dari Persiraja Banda Aceh dalam pekan ke-22 BRI Liga 1 2021/2022 pada Minggu (30/1/2022).

Persiraja berstatus tim juru kunci BRI Liga 1 yang tidak pernah menang dalam 19 partai beruntun sebelum membungkam Persija Jakarta.

Kekalahan itu berbuntut panjang. Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, murka. Pria yang karib dipanggil Bepe itu marah besar di ruang ganti pemain.

“Saya mau bertanya, apa masalah kita? Ada yang bisa jawab, apa masalah kita? Jelas di lapangan si A si B si C, gampang mencari kesalahan orang lain. Tapi, coba koreksi diri sendiri, apa salah kita,” kata Bambang dalam YouTube Persija TV.

“Saya harus sampaikan, kalau cara main kita seperti tadi, seperti sebelum-sebelumnya, mau sampai kapan kita mengandalkan Andritany Ardhiyasa.”

“Jika Anda tidak siap main, tidak usah bermain. Saya tidak melihat ada keinginan untuk menang di dalam diri kalian, tidak ada tanggung jawab sama sekali. Mau siapa lagi yang diganti? Pelatih sudah diganti. Perlu saya yang harus keluar? Atau kalian semua yang harus keluar?”

“Coba pikir baik-baik. Ketika ketinggalan, kita main santai. Kita selalu sepakat bahwa ada saatnya bercanda, ada saatnya kita enjoy, dan ada saatnya kita kerja keras. Ini harus dicamkan dalam setiap pikiran pemain,” jelas Bambang.

Akibat kekalahan dari Persiraja, Persija Jakarta dikritik habis oleh suporternya, The Jakmania. Macan Kemayoran dianggap masih inkonsisten meski telah melakukan pergantian di kursi pelatih.

Ketika Sudirman baru menggantikan Angelo Alessio, Persija sempat mengalahkan Persita Tangerang 2-1. Namun, Macan Kemayoran dinilai kembali ke setelan pabrik ketika dipermalukan Persiraja.

Bambang mempersilakan pemain untuk angkat kaki dari Bali jika merasa tidak sanggup lagi membela Persija pada putaran kedua BRI Liga 1.

“Sekali lagi, kalau ada pemain yang merasa tidak mampu atau tidak berani bermain, sampaikan ke pelatih. Kami bisa terbangkan pemain yang ada di Jakarta. Atau kalian merasa tidak sanggup di tengah-tengah ini, silakan pulang ke Jakarta,” imbuh Bambang.

“Saya masih punya 10 pemain di Jakarta. Kami lebih baik bermain dengan pemain-pemain yang belum berpengalaman, tapi punya hati di lapangan. Tidak dengan apa yang kita lihat melawan Persiraja.”

“Bukan tentang menang atau kalah, tapi bagaimana kalian bermain di lapangan, bagaimana kalian berikan jiwa kalian di lapangan, bagaimana kalian ingin memenangkan pertandingan. Tidak ada sama sekali.”

“Jadi kalau sekarang ada banyak orang di luar sana mencaci maki, saya setuju, karena ini bukan tentang hasil, tapi bagaimana kalian berjuang di lapangan. Kami tidak melihat jiwa ingin menang, jiwa petarung, bagaimana kita ingin memenangkan setiap bola di lapangan kalau itu tidak ada,” jelasnya.

Bambang meminta semua pihak di Persija untuk evaluasi diri. Pria berusia 41 tahun itu heran dengan performa para pemain Persija Jakarta yang tidak kunjung membaik. Dia juga mengingatkan tanggung jawab pemain di atas lapangan.

“Bagaimana kita membela diri? Tidak bisa. Banyak yang bilang si ini harus diganti, pelatih harus diganti, si manajer diganti. Tidak ada masalah. Kalau itu bisa membuat kalian lebih baik, tidak ada masalah,”

“Jadi kembali, mari kita koreksi diri kita masing-masing. Pantaskah kita bermain seperti tadi? Apakah kita sudah memberikan yang terbaik di lapangan? Apakah kita layak main? Apakah tidak sebaiknya kita berikan orang lain untuk main. Jujur sama diri sendiri?”

“Kita selalu bilang pertandingan ke depan akan lebih baik, tapi faktanya itu tidak terjadi apa-apa. Jadi kalimat itu hanya bagus di Instagram. Hanya bagus di media, tapi di lapangan tidak ada artinya sama sekali. Saya tidak melihat adanya perbaikan sama sekali.”

“Kita lupakan partai melawan Persiraja, tapi bukan sekadar dilupakan. Kita selalu bilang belajar, belajar, belajar, kapan pintarnya. Tidak ada peningkatan sama sekali. Sambil kita belajar, sambil kita koreksi, sambil kita merasa apakah saya layak di sini, apakah saya memberikan yang terbaik di sini, apakah saya merasa bahwa saya memberikan kemampuan saya di lapangan.”

“Saya ingin ingatkan teman-teman sekalian, bahwa tanggung jawab kita di lapangan. Kita bisa bercanda di luar, kita bisa bicara apa saja di luar. Tapi, di lapangan, kalian harus merasa bahwa itulah hidup kalian, itulah pekerjaan kalian, itu bagaimana kalian menghidupi keluarga kalian.”

“Dari situ kalian akan merasa bahwa ‘ya, saya harus mati-matian di sini’. Saya tidak mau lagi lihat ada permainan-permainan yang seperti tidak 100 persen, seperti yang tidak ingin memberikan seluruh tenaga kalian di lapangan. Ada yang tidak mau main, ada yang tidak sanggup main, ada yang tidak berani main, katakan. Masih ada waktu untuk pergantian.”

“Sepuluh pemain di Jakarta itu tidak libur, mereka latihan. Mereka menunggu waktu kapan bisa terbang ke sini. Kalau kalian tidak pantas, kami pulangkan ke Jakarta. Kalau kalian tidak siap, kami pulangkan ke Jakarta. Jangan bilang main di Persija selalu di bawah tekanan, karena memang kita bermain jelek, jadi layak,” ucap Bambang.