Liga 1 Dilanda Covid-19, Tegas Prokes atau Stop Kompetisi Sementara

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali mendesak PSSI dan PT LIB melakukan evaluasi menyeluruh untuk penyelenggaran Liga 1 2021-2022.

Hal ini menyusul adanya temuan kasus positif Covid-19 yang menular pada sejumlah pemain klub Liga 1.

Hingga hari ini, Senin (30/1/2022), tercatat ada tujuh tim Liga 1 yang mengumumkan temuan kasus positif Covid-19.

Terbaru, Persija Jakarta dan PSS Sleman mengonfirmasi pemainnya terpapar virus corona.

Sebelumnya, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persiraja, dan PSM Makassar lebih dulu melaporkan pemainnya dinyatakan tertular Covid-19.

Total terdapat 26 pemain yang dinyatakan positif dengan lima diantaranya sudah pulih.

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menilai peristiwa ini menunjukkan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan dalam regulasi kompetisi tidak berjalan efektif.

Untuk menghindari kejadian meluas, Akmal menghimbau agar PT Liga Indonesia Baru bersama PSSI melakukan evaluasi menyeluruh demi menghindari munculnya klaster baru Covid 19.

“Sejak Seri 2 sistem bubble to bubble kendur ditegakkan. Para pemain bebas keluar hotel dan makan di warung/restauran bersama kolega. Banyak orang hilir mudik masuk ke hotel. Ini sungguh disayangkan,” kata Akmal Marhali.

Apalagi, seri 4 Liga 1 2021 berlangsung di Bali, yang mana para pemain bebas jalan-jalan ke tempat umum.

Padahal, pemerintah sudah mengingatkan soal penyebaran Omicron yang meningkat. Di Bali misalnya, sudah 325 kasus perhari.

Untuk itu, pihaknya meminta PSSI dan LIB harus kembali menegakkan regulasi dan pengetatan prokes.

Sistem bubble (gelembung) harus dilaksanakan dengan benar sesuai aturan yang diberlakukan.

Setiap anggota klub dilarang keluar dari tempat penginapan selama bergulirnya kompetisi.

Akmal Marhali juga meminta evaluasi pertandingan yang berlangsung larut malam karena bisa menurunkan imunitas tubuh.

Lebih lanjut, pengadaan Vaksin Booster juga harus segera dilakukan terhadap seluruh komponen Liga 1 2021-2022.

“Pilihannya hanya dua. Tegas prokes atau stop sementara kompetisi sampai penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” kata Akmal.