5 Penyerang yang Layak Dijajal Shin Tae-yong di Timnas Indonesia: Satu di antaranya Main di Eropa

Timnas Indonesia berhasil menang telak 4-1 pada duel pertama laga persahabatan kontra Timor Leste di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Kamis (27/1/2022). Namun, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terang-terangan mengaku tidak puas dengan performa anak asuhnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku permainan di babak pertama merupakan hal terburuk yang pernah dilihatnya. Menurutnya, untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, penampilan seperti itu tak boleh terulang lagi.

Netizen Tanah Air rupanya juga memiliki pendapat serupa dengan pelatih yang akrab disapa STY tersebut. Mayoritas dari mereka menilai Timnas Indonesia kekurangan kualitas membunuh di depan gawang lawan.

Kelemahan ini memang sudah terlihat sejak Piala AFF 2020 lalu. Ezra Walian dan Dedik Setiawan yang bergantian diturunkan sebagai penyerang tengah, tak banyak memberikan kontribusi nyata berupa gol atau assist untuk Indonesia.

Untuk menyiasati hal tersebut, STY memanggil nama lain untuk dua pertandingan persahabatan ini. Hanis Saghara sudah diberikan kesempatan, tapi permainannya terbilang tak impresif.

Demi menyongsong babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023 yang berlangsung pada pertengahan tahun nanti, Indonesia tentu harus segera menemukan solusi. Berikut lima penyerang yang layak dijajal mengisi pos no. 9 Timnas Indonesia.

M. Rafli – Arema FC

Tumbuh sebagai seorang gelandang, siapa sangka bila M. Rafli dulunya merupakan seorang penyerang. Ia pun terlihat lebih pas sebagai pemain depan ketimbang berjibaku di lapangan tengah.

Penempatan posisi jadi kelebihan utamanya saat ditempatkan sebagai striker. Dengan tubuh atletis, pemain berusia 23 tahun itu kerap memenangi bola-bola atas dengan pemain bertahan lawan.

Empat gol dan dua assist yang dicetaknya musim ini cukup jadi bukti ketajamannya. Setelah melangsungkan pernikahan beberapa waktu lalu, M. Rafli sepertinya bakal langsung dimainkan oleh STY di leg kedua nanti yang memang memanggilnya ke Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday kali ini.

Dimas Drajad – Persikabo 1973

Setelah era Boaz Solossa, Timnas Indonesia seperti kesulitan menemukan penyerang lokal yang bisa diandalkan. Samsul Arif (Persebaya Surabaya) memang masih tajam, tapi usianya sudah tak lagi muda.

Namun, ada satu nama mencuat di gelaran BRI Liga 1 2021/22. Dimas Drajad muncul sebagai penyerang lokal tersubur dengan sumbangsih tujuh gol dan empat assist untuk Persikabo 1973.

Setelah mencuat bersama Timnas Indonesia U-19, kariernya memang sempat meredup. Namun, dengan ketajamannya yang telah pulih, tentu STY perlu memperhatikan kiprahnya lebih dekat dengan memanggilnya ke tim nasional.

Riki Dwi Saputro – PSS Sleman

Penyerang anyar PSS Sleman, Riki Dwi Saputro mampu membuktikan dirinya sebagai pemain yang layak diperhitungkan. Dalam tiga laga, pemain berusia 26 tahun itu berhasil menorehkan dua gol dan dua assist.

Catatan itu tentu terbilang spesial mengingat dalam tiga laga tersebut, dirinya tak pernah bermain secara penuh. Bila ingin mencari lebih banyak opsi lini serang, Riki tentu bisa dijadikan alternatif.

Namun, STY diketahui memiliki banyak prasyarat yang harus dipenuhi oleh sang pemain. Hal itu pula yang membuat penyerang senior Bali United, Ilija Spasojevic tak dilirik meski kini tercatat sebagai top scorer sementara BRI Liga 1 2021/2022.

Taufik Hidayat – Persija Jakarta

Persib Bandung tahu betul bagaimana kualitas anak muda bernama Taufik Hidayat. Penyerang Persija Jakarta itu merupakan protagonis utama yang membawa timnya memenangkan turnamen pramusim bertajuk Piala Menpora 2021.

STY tahu betul bagaimana kualitasnya saat bersama Timnas Indonesia U-23. Mantan pelatih Seongnam Ilhwa itu sendiri yang memberi debut saat menghadapi Australia U-23. Walaupun takluk, satu golnya ke gawang tim sekaliber Australia tentu jadi kredit tersendiri.

Sepanjang BRI Liga 1 2021/2022, Taufik Hidayat memang baru mendapatkan sedikit kesempatan bermain. Tapi, dia menyumbangkan satu gol dan satu assist sejauh ini.

Bagus Kahfi – Jong Utrecht

Timnas Indonesia memiliki penyerang masa depan dalam diri pemuda bernama Bagus Kahfi. Pemain berusia 20 tahun itu merajut mimpinya di Eropa dengan memperkuat klub kasta kedua Belanda, Jong Utrecht sejak tahun lalu.

Walaupun belum mendapatkan tempat utama, eks pemain Barito Putera ini berhasil memanfaatkan beberapa kesempatan yang didapatkan. Dia pun telah menyumbangkan gol bagi timnya meskipun bukan di kompetisi resmi.

Setelah mengalami cedera yang cukup parah beberapa tahun lalu, tentu butuh waktu baginya untuk kembali ke bentuk permainan terbaiknya. STY tentu tak akan melupakannya jika dia telah siap bermain seratus persen.