Kata Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan Usai Catat Debut Bersejarah di Timnas Indonesia

Ronaldo Kwateh dan Marselino Ferdinan mencatatkan debut bersejarah saat tampil untuk timnas Indonesia melawan Timor Leste.

Timnas Indonesia menang 4-1 atas Timor Leste dalam laga FIFA Macthday di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (28/1) malam WIB.

Empat gol Skuad Garuda dibuat oleh Ricky Kambuaya (65′), Pratama Arhan (72p), serta dua gol bunuh diri masing-masing dari Junildo Pereira (77′), dan Filomeno Junior da Costa (79′).

Sementara, satu gol Timor Leste dicetak oleh Gali da Costa Freitas pada menit ke-34 yang membuat skuad Garuda sempat tertinggal 0-1.

Pada laga tersebut, ada empat pemain yang menjalani debut bersama timnas senior Indonesia, yakni Sani Rizky Fauzi, Ronaldo Kwateh, Marselino Ferdinan, Achmad Figo, dan Terens Puhiri.

Terkhusus Ronaldo dan Marselino, keduanya menjadi dua debutan termuda sepanjang sejarah di timnas Indonesia

Ronaldo menjadi debutan termuda bersama timnas Indonesia di usia 17 tahun, 3 bulan dan 8 hari, setelah masuk menggantikan Ramai Rumakiek pada jeda babak kedua.

Dia memecahkan rekor Asnawi Mangkualam yang berusia 17 tahun, 5 bulan dan 17 hari saat timnas Indonesia melawan Myanmar pada 21 Maret 2017.

Pemain muda Timnas Indonesia Ronaldo Kwateh saat ujicoba dalam rangka FIFA Matchday melawan Timor Leste yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (27/1/2022) malam.

Pemain muda Timnas Indonesia Ronaldo Kwateh saat ujicoba dalam rangka FIFA Matchday melawan Timor Leste yang berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (27/1/2022) malam.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)

Adapun Marselino menjadi debutan termuda kedua dengan usia 17 tahun , 4 bulan, dan 18 hari. Dia bermain usai menggantikan peran Evan Dimas pada menit ke-66.

Ronaldo bersyukur bisa melakoni debut bersama timnas Indonesia. Wonderkid Madura United itu pun ingin terus bekerja keras untuk meraih hasil maksimal bersama Skuad Garuda.

“Puji Tuhan, pertama saya sangat bersyukur kepada Tuhan, dan terima kasih juga kepada coach Shin Tae-yong yang mempercayakan saya bisa bermain di timnas Senior,” kata Ronaldo dalam rilis PSSI yang diterima Kompas.com.

“Semoga saya bisa lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” tuturnya.

“Pasti ada rasa gugup sedikit, tetapi perlahan gugupnya semakin hilang. Semoga pertandingan selanjutnya tidak merasa seperti itu lagi,” tambah pencetak assist untuk gol Ricky Kambuaya itu.

Terkait adaptasi di timnas Indonesia, Ronaldo Kwateh mengatakan banyak mendapatkan bantuan dari seniornya di skuad Garuda.

Selanjutnya, pemain berpostur 180 cm itu juga bertekad tampil lebih baik bersama rekan-rekannya pada laga kedua kontra Timor Leste.

“Untuk adaptasi lumayan baik karena para senior saling support, sering beritahu saya (nasihat) untuk bisa lebih baik lagi,” lanjut Ronaldo.

“Kami tidak boleh meremehkan Timor Leste, kami harus memperbaiki kesalahan kemarin, semoga saya dan timnas bisa lebih baik lagi,” tandasnya.

Senada dengan Ronaldo, Marselino juga turut bahagia bisa melakoni debutnya di timnas senior Indonesia.

“Puji Tuhan, kemarin kami bisa berhasil menang lawan Timor Leste dan saya debut di tim senior. Semoga saya semakin konsisten dan kerja keras lagi,” ucap Marselino.

“Deg-degan pasti ada apalagi ini timnas Senior. Jadi, saya membuat perasaan semuanya baik-baik aja, hilangin perasaan nervous. Pas masuk lapangan lepas, deg-degan hanya di bench karena kepikiran akan main atau enggak,” tutur Marselino.

Timnas Indonesia akan kembali menghadapi Timor Leste di venue yang sama pada Minggu (30/1/2022) malam WIB.

Marselino Ferdinan mengungkapkan aspek penting yang harus skuad Garuda tingkatkan.

“Mungkin dari kami sendiri pressing terhadap lawan harus diperbaiki. Sentuhan dan adaptasi sudah berjalan baik. Semoga kami bisa berkembang lagi, semakin baik buat saya dan timnas,” imbuhnya.

“Jangan meremehkan Timor Leste, kami harus kerja keras lagi,” jelas pemain Persebaya Surabaya tersebut.