Persib Harus Punya Modal Ini dalam Persaingan Juara Liga 1 2021-2022

Persib Bandung termasuk kandidat kuat juara Liga 1 2021-2022. Klub berjulukan Maung Bandung itu masih berada di jalur yang tepat dalam persaingan perebutan trofi.

Dalam tabel klasemen sementara Liga 1 2021-2022, Persib berada di posisi ketiga dengan koleksi 40 poin.

Perolehan poin Maung Bandung hanya terpaut tiga angka dari Bhayangkara FC, sebagai pemuncak klasemen.

Adapun dengan Arema FC yang berada di peringkat kedua, selisih perolehan poin Persib hanya berjarak satu angka.

Meski masih berada dalam jalur yang tepat dalam persaingan perebutan gelar, jalan yang akan ditempuh Persib untuk merealisasikan target juara tidak akan mudah.

Pasalnya, persaingan di papan atas sangat ketat. Jarak poin antarkesebelasan, terutama yang menghuni posisi lima besar, terbilang rapat.

Rata-rata kesebelasan, hanya berselisih satu hingga tiga poin dengan tim yang posisinya berada di atas mereka.

Seperti halnya Persib, meski hanya berselisih satu hingga tiga angka dengan dua tim yang berada di atasnya, keunggulan poin mereka dengan dua klub di bawahnya pun tidak terpaut jauh.

Keunggulan poin Persib dengan Persebaya Surabaya yang berada di peringkat keempat, hanya berjarak satu poin. Adapun dengan Bali United di posisi kelima, Persib hanya unggul dua angka.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts menyadari ketatnya persaingan perebutan gelar juara Liga 1 2021-2022.

Menurut pelatih asal Belanda itu, menjaga motivasi bukan satu-satunya upaya Persib agar bisa memenangi persaingan gelar juara.

Lebih dari itu, para pemain juga harus menunjukkan sikap sebagai penantang gelar.

“Ini bukan soal bicara bagaimana motivasi pemain. Maksud saya, jika bicara keinginan untuk mengejar gelar juara, motivasi itu seharusnya ada di diri masing-masing pemain,” kata Alberts, Rabu (26/1/2022).

“Pemain harus menunjukkan hasrat bahwa mereka ingin menjadi tim yang terbaik, tim nomor satu,” sambung dia.

Sejauh ini Persib memang cukup konsisten dalam menjaga posisi mereka di tiga besar. Akan tetapi secara performa, masih inkonsisten. Terutama dalam melakoni laga-laga besar.

Persib kerap kali kepayahan saat berhadapan dengan kesebelasan yang secara status, merupakan pesaing langsung mereka dalam perebutan gelar.

Dari lima pertemuan dengan kesebelasan penghuni lima besar, Persib mencatatkan sekali menang, sekali imbang, dan tiga kali kalah.

Alberts menyadari permasalahan yang dihadapi oleh timnya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin dia mencoba membuat Persib bisa lebih konsisten dalam meraih hasil positif.

“Selama kami bisa tetap berada di atas dan tahu betapa pentingnya mendapat tiga poin untuk bersaing dalam perlombaan menuju gelar juara itu artinya kami sudah cukup termotivasi,” tutur Alberts.

“Motivasi itu selalu datang dari dalam diri, kami tahu kami bisa menjadi juara tapi kami harus menyampaikan itu di setiap pertandingan,” tukas dia.