Dua Kali Dipercaya Starter, Dua Kali Pula Edo Febriansyah Bikin Bencana dan Harus Diganti Setelah 45 Menit

Edo Febriansyah tampil sangat buruk dalam dua laga beruntun, yaitu melawan Thailand dan Timor Leste.

Shin Tae-yong tampak harus mencari bek kiri baru untuk melapis Pratama Arhan di tim nasional Indonesia.

Timnas Indonesia baru saja menghajar Timor Leste dengan skor 4-1 dalam laga FIFA Matchday, Kamis (27/1/2022).

Skor besar tersebut tak mencerimnkan situasi horor yang terjadi pada babak pertama, saat timnas Indonesia tertinggal 0-1.

Para pemain starter pilihan Shin Tae-yong tampak tak menjalankan tugas mereka dengan sepenuh hati.

Dimulai dari Dedik Setiawan di depan, Ramai Rumakiek di tengah, dan Edo Febriansyah di balakang, tiga pemain itu tak mencerminkan semangat Garuda.

Dedik Setiawan lagi-lagi pasif sebagai striker tombal, kemungkinan karena bola jarang datang kepadanya.

Ramai Rumakiek pun beberapa kali melakukan kesalahan mendasar, baik dalam mengontrol maupun mengumpan.

Edo Febriansyah menjadi yang paling disorot, lantaran ia secara tidak langsung menjadi penyebab Indonesia kebobolan dan mendapat hukuman penalti.

Pada menit ke-35, Edo belum kembali ke posnya sesudah melakukan overlap, yang membuat Gali Freitas tinggal berhadapan dengan Alfeandra Dewangga.

Gali Freitas pun dengan mudah menaklukkan Dewangga dan bisa mencetak gol berkat tembakan yang berbelok.

Kesalahan Edo belum berhenti di situ, karena ia melakukan “khilaf” lebih parah di pengujung babak pertama.

Shin Tae-yong menendang Edo Febriansyah terlihat dalam latihan hari kedua pemusatan latihan timnas Indonesia jelang FIFA Matchday, di Stadion Gelora Trisakti, Kuta, Bali pada Jumat (21/1/2022).

YOUTUBE PSSI

Shin Tae-yong menendang Edo Febriansyah terlihat dalam latihan hari kedua pemusatan latihan timnas Indonesia jelang FIFA Matchday, di Stadion Gelora Trisakti, Kuta, Bali pada Jumat (21/1/2022).

Ia sejatinya bisa mengontrol bola hasil clearance Timor Leste dan memiliki beberapa opsi umpan, tetapi yang dilakukannya adalah memilih sudut sulit.

Sudut dengan kaki lemahnya itu membuat bola dihentikan pemain Timor Leste dan berujung serangan balik oleh Gali Freitas yang berujung penalti.

Bahasa tubuh Edo yang terkesan membiarkan kesalahan itu dan tak mengejar balik membuat dirinya semakin tak populer di mata publik.

Untung saja, penalti itu mampu ditepis Syahrul Trisna untuk membuat skor tetap 0-1.

Shin Tae-yong pun menggunakan jeda babak untuk “mencopot” Edo dan memasukkan Pratama Arhan.

Ironis bagi Edo, penampilan 45 menit ini menjadi yang kedua beruntun setelah performa gurem di leg pertama final Piala AFF 2020 melawan Thailand.

Saat itu, Edo juga menjadi penyebab gol pertama Thailand yang dicetak Chanathip Songkrasin.

Shin Tae-yong terhitung sudah mengganti Edo setelah 45 menit dalam dua laga beruntun, sebuah rekor yang tak mau dikenang bek kiri Persita itu.