Sang Pelatih Sebut Pengalaman Jadi Biang Kerok Keterpurukan Timnas Putri Indonesia

Timnas putri Indonesia kembali menderita kekalahan di Piala Asia Wanita 2022, kali ini melawan Thailand, Senin (24/1/2022).

Bertanding di Stadion DY Patil Sports, India, timnas putri Indonesia menyerah dengan skor cukup telak, 0-4, dari Thailand.

Pelatih timnas putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, mengungkapkan skuad asuhannya masih terlihat gugup dalam pertandingan.

Ade Mustikiana dan kolega masih kurang percaya diri sehingga tak dapat menunjukkan performa terbaiknya di Piala Asia Wanita 2022.

Kontrol bola, akurasi umpan, dan dribel para pemain timnas putri Indonesia terlihat kurang bagus. Meski begitu, sang pelatih tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.

“Secara keseluruhan, saya mengapresiasi penampilan mereka,” kata Rudy Eka di konferensi pers pascalaga, Senin (24/1/2022).

“Masalahnya adalah mentalitas dalam pertandingan, mentalitas mengontrol bola, mengumpan maupun mendribel,” ia menambahkan.

Lebih lanjut menurut Rudy Eka, lemahnya mental skuad Garuda Pertiwi disebabkan karena minimnya jam terbang yang dimiliki Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan.

Seperti diketahui, kompetisi sepak bola putri di Tanah Air sudah tidak digulirkan sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia.

Timnas putri Indonesia pun tidak sempat menggelar uji coba melawan timnas dari negara lain sebelum berlaga di Piala Asia Wanita 2022.

Minimnya menit bermain para pemain akhirnya membuat mereka gugup menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih baik.

“Hal itu karena kami tidak punya kesempatan untuk bermain dalam pertandingan internasional (sebelumnya) karena semua pemain tidak memiliki pengalaman dalam level internasional,” ujar Rudy Eka.

“Sepertinya mereka sangat gugup karena bermain di stadion yang besar dan melawan tim besar,” ia menambahkan.

Bagi sang pelatih, pengalaman yang didapatkan timnas putri Indonesia di Piala Asia Wanita 2022 menjadi bekal positif untuk meningkatkan kualitas sepak bola putri di Tanah Air.
Timnas putri Indonesia kembali menderita kekalahan di Piala Asia Wanita 2022, kali ini melawan Thailand, Senin (24/1/2022).

Bertanding di Stadion DY Patil Sports, India, timnas putri Indonesia menyerah dengan skor cukup telak, 0-4, dari Thailand.

Pelatih timnas putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, mengungkapkan skuad asuhannya masih terlihat gugup dalam pertandingan.

Ade Mustikiana dan kolega masih kurang percaya diri sehingga tak dapat menunjukkan performa terbaiknya di Piala Asia Wanita 2022.

Kontrol bola, akurasi umpan, dan dribel para pemain timnas putri Indonesia terlihat kurang bagus. Meski begitu, sang pelatih tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.

“Secara keseluruhan, saya mengapresiasi penampilan mereka,” kata Rudy Eka di konferensi pers pascalaga, Senin (24/1/2022).

“Masalahnya adalah mentalitas dalam pertandingan, mentalitas mengontrol bola, mengumpan maupun mendribel,” ia menambahkan.

Lebih lanjut menurut Rudy Eka, lemahnya mental skuad Garuda Pertiwi disebabkan karena minimnya jam terbang yang dimiliki Zahra Muzdalifah dan kawan-kawan.

Seperti diketahui, kompetisi sepak bola putri di Tanah Air sudah tidak digulirkan sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia.

Timnas putri Indonesia pun tidak sempat menggelar uji coba melawan timnas dari negara lain sebelum berlaga di Piala Asia Wanita 2022.

Minimnya menit bermain para pemain akhirnya membuat mereka gugup menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas lebih baik.

“Hal itu karena kami tidak punya kesempatan untuk bermain dalam pertandingan internasional (sebelumnya) karena semua pemain tidak memiliki pengalaman dalam level internasional,” ujar Rudy Eka.

“Sepertinya mereka sangat gugup karena bermain di stadion yang besar dan melawan tim besar,” ia menambahkan.

Bagi sang pelatih, pengalaman yang didapatkan timnas putri Indonesia di Piala Asia Wanita 2022 menjadi bekal positif untuk meningkatkan kualitas sepak bola putri di Tanah Air.

“Yah, kami harus membangun sepak bola wanita untuk masa depan. Sekarang kita belum beruntung,” kata pelatih berusia 39 tahun tersebut.

“Saya percaya ini adalah proses yang harus kami hadapi demi masa depan sepak bola wanita,” ia menambahkan.
“Yah, kami harus membangun sepak bola wanita untuk masa depan. Sekarang kita belum beruntung,” kata pelatih berusia 39 tahun tersebut.

“Saya percaya ini adalah proses yang harus kami hadapi demi masa depan sepak bola wanita,” ia menambahkan.