Percepat Adaptasi, Kiper Asing Madura United Belajar Bahasa Indonesia

Menjelang bergulirnya lanjutan Liga 1 2021/22, penjaga gawang anyar Madura United Hong Jeong-nam makin giat mempelajari bahasa Indonesia untuk memudahkan komunikasi dengan rekan satu tim.

Jeong-nam telah diperkenalkan sebagai bagian Madura United pada pekan kemarin. Madura United menjadi klub pertama Jeong-nam di luar Korea Selatan dalam sejarah karir profesionalnya. Sebelumnya, Jeong-nam merupakan kiper klub K-League 1 Jeonbuk Hyundai.

Kiper berusia 33 tahun ini sudah mengikuti latihan tim sejak, Jumat (21/1), di Bali setelah selesai menjalani karantina. Bahkan sebelum mengikuti latihan, Jeong-nam memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Jeong-nam mengutarakan, belajar bahasa Indonesia menjadi salah satu cara untuk mempercepat proses adaptasi dengan tim baru. Pemain yang sempat dipinjamkan ke Gimcheon Sangmu pada musim 2013/14 itu ingin mempermudah interaksi dengan rekan satu tim, terutama saat berada di atas lapangan.

“Saya senang di sini. Semua menyambut saya dengan baik. Saya mau, dan punya keinginan besar belajar Bahasa Indonesia. Berharap semua membantu saya,” ujar Jeong-nam dilansir laman resmi klub.

Keseriusan Jeong-nam mempelajari bahasa Indonesia disampaikan Sansan Susanpur. Pelatih fisik Madura United ini mengatakan, Jeong-nam seringkali menirukan instruksi tim pelatih saat melakukan pemanasan.

“Saya sering sekali melihat dia mengikuti saya menghitung, satu, dua, tiga dan seterusnya. Kemauan untuk tahu bahasa kita (Indonesia) berarti sangat besar,” kata Sansan.

Kehadiran Jeong-nam tentunya membuat persaingan di bawah mistar makin ketat. Sepanjang putaran pertama lalu, Laskar Sape Kerrab mengandalkan Muhammad Ridho dengan Muhammad Ridwan sebagai pelapisnya.

Pelatih Fabio Lefundes mengaku sudah tidak asing dengan sosok Jeong-nam. Ketika Lefundes datang ke Jeonbuk pada musim 2011 hingga 2013 dengan status pelatih fisik, saat itu Jeong-nam masih berusia muda.

Lefundes pun lebih mengenal sosok Jeong-nam, baik saat arsitek asal Brasil itu ditunjuk sebagai karteker pelatih di 2013, maupun ketika menjadi asisten pelatih hingga 2017.

“Ketika saya datang ke Jeonbuk, dia masih merupakan kiper muda yang menjanjikan. Seiring bertambahnya usia, dia makin bagus lagi. Selama tujuh tahun di sana (Jeonbuk), saya melihat performa dia, termasuk di Liga Champions Asia,” ujar Lefundes.

“Semoga dia bisa cepat beradaptasi dengan sepakbola Indonesia, dan membantu kami di kompetisi untuk membuat Madura Unted menjadi lebih baik.”