Kiper Utama Timnas Wanita Cedera Kontra Thailand, Rudy Eka Priyambada Tak Khawatir

Pelatih Rudy Eka Priyambada nampak tidak khawatir dengan cedera yang menerpa kiper utama timnas wanita Indonesia, Fani Supriyanto, dalam laga kedua Grup B Piala Asia Wanita 2022 kontra Thailand, di D.Y. Patil Stadium, Navi Mumbai, Senin (24/1/2022).

Fani terpaksa ditarik keluar pada menit ke-60 dan digantikan oleh Riska Aprilia.

Pada laga ini, timnas wanita Indonesia takluk 0-4 dari Thailand.

Gol Thailand dicetak Kanyanat Chetthabut (menit ke-27, 36, 71) dan Irravadee Makris (76′).

Rudy Eka pun akan menyiapkan pengganti dari Fani untuk menghadapi satu laga sisa di Grup B melawan Filipina, Kamis (27/1/2022).

Terdapat dua penjaga gawang lain yang dibawa ke India. Mereka adalah Riska Aprilia dan Nurhalimah.

Rudy Eka pun tidak meragukan kualitas yang dimiliki Riska Aprilia maupun Nurhalimah.

“Dia (Fani) adalah kiper utama kami. Dia cedera dan saya masih punya dua kiper, saya pikir kami akan mencoba untuk yang terbaik,” ucap Rudy Eka dalam sesi jumpa pers seusai laga.

“Kami akan memberikan waktu kepada mereka (Riska Aprilia dan Nurhalimah) untuk bermain karena semua pemain memiliki keunggulan.”

“Seperti kiper utama kami (Fani), dia memiliki keunggulan mendapatkan bola dari tendangan sudut,” sambung mantan pelatih Tira Persikabo itu.

Ia menuturkan, timnas wanita Indonesia masih kurang dalam mengantisipasi umpan-umpan jarak jauh yang mengarah langsung ke lini pertahanan tim.

“Jadi, masalahnya adalah gol dari bola jauh, kami harus memperbaiki hal ini untuk laga selanjutnya,” tutur Rudy Eka.

“Terutama karena Filipina memiliki keunggulan, kiper mereka dapat mengirim bola ke setengah lapangan, jadi kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi itu,” ucap pelatih kelahiran Jakarta tersebut.

Skuad Garuda Pertiwi saat ini menghuni dasar klasemen Grup B tanpa koleksi satu poin pun.

Pada laga sebelumnya, timnas wanita Indonesia kalah 0-18 dari Australia.

Rudy menilai bahwa partisipasi timnas wanita Indonesia di Piala Asia Wanita 2022 menjadi pelajaran berharga untuk ke depan.

Terakhir kali timnas wanita Indonesia berlaga di Piala Asia Wanita adalah pada 1989.

“Kami datang kembali setelah 33 tahun absen di Piala Asia, kami tidak memiliki pengalaman pertandingan internasional seperti ini,” ucap Rudy Eka.

“Saya pikir ini adalah kesempatan bagi semua pemain untuk bermain, saya kira pengalaman adalah segalanya untuk semua pemain.”

“Kami belajar untuk masa depan, saya pikir akan memberikan kesempatan kepada pemain untuk tampil,” tutupnya.