Instruksi Aneh Sudirman, Pemain Persija Diminta Lebih Sedikit Berlari dan Tinggalkan Warisan Berat Alessio

Tak seperti di era Angelo Alessio, Sudirman menyatakan hendak memberi program latihan menyenangkan bagi pemain Persija.

Pelatih anyar Persija Jakarta, Sudirman, tampak memiliki ide berbeda dibanding pendahulunya di Macan Kemayoran.

Sudirman merupakan pelatih baru yang ditunjuk manajemen Persija Jakarta untuk mengantikan Angelo Alessio.

Angelo Alessio dipecat setelah cuma meraih 29 poin dalam 20 laga, kemungkinan karena para pemain tak bisa mengeksekusi taktik yang ia inginkan.

Sudirman sebelumnya menyatakan taktik pressing tinggi yang diinginkan Angelo Alessio kurang cocok dengan pemain Indonesia.

Memang, para pemain Persija terlihat kalah lari dalam beberapa laga terakhir seperti saat melawan Persipura atau Persela.

Saya melihat filosofi sepak bola Angelo ini mungkin terlalu tinggi bagi para pemain,” ucap Sudirman (20/1/2022).

“Ada banyak pemain yang belum bisa menerjemahkan apa yang dimau Angelo, terutama masalah pressing di atas sehingga hasil yang kami dapatkan belum cukup baik,” jelasnya.

Kini, Sudirman yang sudah mengambil alih sesi latihan tampak mengubah apa yang ditanamkan Alessio.

Dalam sebuah video yang diunggah akun resmi Persija, Sudirman berteriak menginginkan para pemain untuk lebih sering berteriak dibanding berlari.

Aspek lari tersebut adalah hal terpenting bagi tim yang ingin menerapkan pressing tinggi seperti dimau Alessio.

“Kalian punya mulut gunakan! Punya mulut itu untuk memudahkan kalian kerja!,” teriak Sudirman (21/1/2022).

“Tidak membuat kalian capek, lebih enak kita jadi bos kan di belakang (dengan berteriak), daripada kita lari-lari?” sambungnya.

“Gunakan mulutnya, gunakan mulutnya!”

Dengan demikian, bisa diprediksi Persija bakal lebih pasif di tangan Sudirman pada sisa musim Liga 1 2021/22.

Instruksi Sudirman tersebut bisa jadi berlawanan dengan sistem baru yang dibawa Shin Tae-yong bersama timnas Indonesia.

Di Piala AFF 2020, Witan Sulaeman dan kawan-kawan memperagakan pressing tinggi dan banyak berlari untuk secepatnya merebut bola.

Sudirman menambahkan akan mengurangi porsi latihan berat seperti yang dilakukan Alessio.

“Itu salah satu hal yang penting untuk kami terapkan dalam latihan,” tuturnya.

Karena pemain pun perlu suasana yang happy dalam tiap latihan sehingga akan membuat mereka bisa menerima apa yang akan kami berikan,” pungkasnya.