Ungkap Nilai Gaji Shin Tae-Yong, Iriawan: Saya & Dia Sudah Seperti Kakak-Adik

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, bicara dalam podcast milik Deddy Corbuzier tentang bagaimana sepakbola Indonesia dalam pandangannya, juga membahas masa depan pelatih timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong.

Sebagaimana diketahui, Tae-yong berhasil meraih kepercayaan publik sejak ia membawa timnas Indonesia tampil gagah dengan pemain muda, pada Piala AFF 2020 lalu. Timnas masuk final meski akhirnya kalah dari Thailand, tapi Tae-yong dinilai pelatih yang tepat dan berani.

Publik juga mau, Tae-yong bisa awer bersama timnas Indonesia dengan dukungan cukup dari PSSI. Kontrak dari Tae-yong saat ini berlaku hingga ujung 2023, dan Iriawan memastikan bahwa sosok asal Korea Selatan itu akan dipertahankan oleh PSSI selaku federasi.

Iriawan juga tidak menepis kemungkinan untuk Tae-yong mendapat perpanjangan kontrak. “Kemungkinan besar ada. Dia itu melatih U-18, U-20, U-23, senior, berkesinambungan lah,” jelas Iriawan kepada Deddy. “Diakui kok kita. [Indonesia], perkembangan sepakbola terpesat di Asia adalah di Indonesia. Coba saja lihat di literatur,” sambung dia, meyakini bahwa sepakbola Indonesia berkembang bersama Tae-yong.

Sosok yang akrab disapa Iwan Bule itu juga berani membuka nominal gaji yang diterima oleh Tae-yong beserta tim pelatihnya. PSSI harus merogoh kocek sampai miliaran rupiah setiap bulannya, untuk menggaji Tae-yong beserta tim pelatihnya.

“Mahal.. ada harga, ada barang. Sepakat sih sama dia, seperti pola pembinaan sepakbolanya, mental yang diutamakan,” beber Iriawan. “Besar ya, Rp2 miliar kurang-lebih, per bulan. Tapi bukan hanya dia, untuk satu tim, dia sekitar RP1.1 miliar lah. Balik lagi, ada uang ada barang,” tuturnya.

Dengan reputasi yang dimilki Tae-yong, Iriawan mengakui bahwa memang ada tawaran dengan iming-iming uang lebih besar yang menghampiri Tae-yong. Namun, Iriawan punya taktik untuk tetap membuat Tae-yong nyaman, terutama dengan pendekatan personal.

“Saya sama dia, kamu [Tae-yong] adik saya, usia kan tidak jauh, jadi kami ini keluarga besar PSSI. Jadi ada perasaan tidak enak kalau pun dia mau pindah.. Saya peduli semua, apartemen oke, kendaraan, dan lain sebagainya. Saya juga sering ajak makan, diskusi bareng. Jadi personal approach diutamakan,” terang Iwan Bule.

Secara prinspi, Iriawan mengakui bahwa dirinya sepakat dengan apa yang dilakukan Tae-yong, bagaimana membentuk timnas Indonesia dengan proses, plus menerapkan level disiplin yang tinggi.

“Mental itu harus kuat, kuat baja bahwa kita itu mental petarung. Yang kedua disiplin, kalau sudah latihan ya latihan yang benar.. telat 20 menit saja dicoret sama dia, itu jadi pembelajaran yang bagus,” kata dia.