Ini Alasan Arema FC Rahasiakan Nama Pemain yang Bergejala COVID-19

Arema FC kehilangan delapan pemainnya saat bermain imbang lawan PSIS Semarang dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022, Senin (17/1/2022). Mereka harus menjalani karantina di hotel lain di Bali karena mengalami gejala COVID-19.

Persoalannya adalah, manajemen Arema FC tidak menyebut siapa saja pemain itu. Yang pasti, ada empat pemain asing di dalamnya, yakni Carlos Fortes, Adilson Maringa, Sergio Silva, dan Renshi Yamaguchi.

Karena empat pemain asing ini biasanya jadi starter. Namun kemarin menghilang dari line-up. Nama lain yang tidak tercantum di line-up adalah Fabiano Beltrame, Rizky Dwi dan Ikhfanul Alam. Sedangkan satu pemain lain masih belum diketahui.

Ternyata, pada pertandingan lawan PSS Sleman, sudah ada tiga pemain yang harus dikarantina lebih dulu.

Lantas kenapa manajemen Arema FC menyembunyikan hal ini? Meski akhirnya membuat rilis, mereka hanya menyebut jumlah pemain tanpa menyebut nama.

Statusnya apakah mereka sudah positif atau belum juga dibuat abu-abu. Arema FC hanya menyebut jika para pemain itu bergejala COVID-19.

“Kenapa kami tidak menyebut nama pemainnya? Di mana-mana menghormati orang sakit ya dengan dirahasiakan. Kami sudah jujur menyampaikan jumlah pemainnya,” kata Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Sebenarnya ini bukan kasus pertama di Arema FC. Saat pra musim, gelandang asal Brasil, Bruno Smith sempat dinyatakan positif COVID-19. Namun waktu itu manajemen merilisnya dan Bruno melakukan karantina kurang lebih 10 hari.

Bisa jadi, Arema FC sempat ingin merahasiakan delapan pemain yang sedang melakukan karantina agar kompetisi bisa tetap berjalan. Meskipun mereka harus merugi karena tampil dengan skuat yang tersisa.

“Kami sepakat jalan terus di kompetisi. Tidak ada penundaan pertandingan. Pemain dan pelatih pantang menyerah. Arema berani berkorban tidak menurunkan pemain yang kurang fit karena lebih mementingkan upaya preventif,” sambungnya.

Setelah dinyatakan delapan pemain menjalani karantina, saat ini aktivitas Arema FC lebih tertutup. Sepertinya mereka memperketat protokol kesehatan.

Namun, pelatih dan manajemen tidak melarang pemain yang fit untuk keluar hotel. Yang terpenting mereka tidak kontak fisik dengan orang asing.

Sementara untuk aktifitas tim, Arema FC tidak membuat update di akun Instagram. Biasanya, mereka tetap memperlihatkan aktifitas recovery training di kolam renang sehari setelah menjalani pertandingan. Pemain Arema juga tidak melakukan update aktifitasnya di media sosial.