Haruna Sumitro, Exco PSSI Pengkritik Shin Tae-yong yang Kontroversial dan Bertangan Dingin di Sejumlah Klub

Selain dikenal kontroversial, Haruna Sumitro juga dikenal punya tangan dingin di dunia persepakbolaan Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Statement Haruna Sumitro terkait Pelatih Timnas Indonesia saat ini, Shin Tae-yong di salah satu wawancara di media tanah air jadi perbincangan publik.

Pasalnya dia berstatement bahwa pencapaian dari Shin Tae-yong tak lebih dari Pelatih Timnas pendahulunya yang juga sukses mencapai babak final.

Dalam wawancara yang sama, dia juga menyatakan bahwa kasus Match-Fixing bukanlah masalah yang jadi prioritas.

Namun bukan pertama kalinya salah satu anggota Exco PSSI ini membuat kontroversi.

Dia pernah melontarkan statement kontroversial untuk menolak pengesahan kembali status keanggotaan Persebaya 1927 di PSSI, berbuah amukan dari Bonek (suporter Persebaya).

Dilansir dari Kompas, Haruna juga pernah mempertanyakan keabsahan Lisensi Klub Professional dari AFC, setelah klub Madura United gagal mendapatkan status tersebut.

Belum lagi proyek kontroversialnya terkait pemain naturalisasi di usia muda untuk persiapan Piala Dunia U-20, yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh Shin Tae-yong.

Tagar #HarunaOut jadi simbol amukan netizen di media sosial sejak lusa.

Belum ada aksi susulan setelah munculnya tagar #HarunaOut di media sosial hingga saat ini.

Siapa sosok Haruna Sumitro ini?

Haruna Sumitro tentu bukan orang baru di persepakbolaan Indonesia.

Haruna Sumitro malang melintang di sejumlah klub di Indonesia, terutama klub-klub di Jawa Timur.

Bukan sebagai pelatih, tapi ia kondang sebagai pengelola atau manajer klub.

Dia juga punya jasa atas beberapa klub di Jawa Timur sebelum mencapai posisinya saat ini di Exco PSSI.

Namanya pertama kali mencuat ketika menjabat sebagai petinggi Persebaya Surabaya saat berkompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Haruna Soemitro berjasa besar mengembalikan Persebaya ke kompetisi teratas, setelah jadi kampiun di musim 2003 dan berhak promosi ke divisi utama pada musim 2004.

Setelah prestasinya bersama Persebaya, kiprahnya di jagad sepak bola semakin meroket.

Haruna akhirnya menjabat sebagai manajer tim sepakbola PON Jawa Timur 2004.

Saat itu, ia kembali sukses membawa Jawa Timur (bersama Papua) meraih medali emas PON.

Prestasi tersebut membawanya naik pangkat sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.

Lalu ia kembali berada di jajaran manajerial klub, dengan terpilih jadi Direktur Madura United.

Meskipun belum menjadi juara Liga 1, salah satu capaiannya adalah merubah tim Madura United menjadi kekuatan besar sepak bola di Jawa Timur.

Laskar Sappe Kerrab selalu berhasil merekrut banyak pemain berlabel bintang sejak berkompetisi di Liga 1.

Sebut saja Christian Gonzales, Greg Nwokolo, Andik Vermansyah, Fabiano Beltrame, Bayu Gatra, dan Beto Goncalves.

Dia juga merekrut mantan Striker Tim Nasional Nigeria, Peter Odemwingie ke Madura United.

Perekrutan Odemwingie jadi salah satu perekrutan terbaik Haruna Sumitro selama berkarir mengelola klub manapun di Indonesia.

Karena kehebatannya mendapatkan amunisi pemain itu, Madura United selalu disorot sebagai kandidat juara Liga 1 tiap musimnya.

Haruna sudah tak menjabat sebagai manajer Laskar Sappe Kerrab sejak November 2019.

Keputusan itu dia ambil untuk lebih fokus bertugas sebagai Exco PSSI yang menjabat hingga tahun 2023.