Dihujat Habis-Habisan di Piala AFF, Shin Tae-yong Tetap Panggil Dedik Setiawan karena Tak Ada Pilihan Lain

Shin Tae-yong tetap memanggil Dedik Setiawan meski striker Arema FC itu dihujat habis-habisan di Piala AFF 2020.

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, harus pasrah dengan pilihan sektor striker di Liga 1 2021/22.

Shin Tae-yong mengakui sektor striker merupakan posisi terlemah timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Di Piala AFF 2020, Shin Tae-yong tak memiliki preferensi utama untuk posisi striker dan memilih merotasi Ezra Walian, Hanis Saghara, dan Dedik Setiawan.

Dedik Setiawan belakangan menjadi kambing paling hitam dalam kegagalan Indonesia menaklukkan Thailand di final Piala AFF.

Dedik menjadi starter dalam dua leg partai final, padahal lebih banyak duduk di bangku cadangan pada fase sebelumnya.

Namun, kepercayaan besar Shin Tae-yong tak dibalas Dedik dengan optimal, yang tak bisa menandingi bek-bek Thailand.

Pasifnya Dedik sepanjang dua leg membuat nama “Dedik” sempat menjadi trending topic di Twitter, yang mayoritas berisi hujatan netizen.

Nyaris sebulan sejak mimpi buruk Dedik tersebut, PSSI kembali mengumumkan daftar pemain untuk laga FIFA Matchday.

Dalam daftar berisi 27 pemain itu, Shin Tae-yong tak memanggil para pemain yang merumput di luar negeri, kecuali Elkan Baggott.

Situasi “memprihatinkan” bisa terbaca di lini depan, lantaran PSSI tetap mencantumkan Dedik dan Hanis Saghara di posisi striker.

Sejak pulang dari Piala AFF, Dedik juga belum menambah rekening gol bersama Arema FC dalam tiga laga di bulan Januari.

Demikian pula Hanis Saghara, yang bahkan cuma sekali tampil dan tak berkontribusi apa-apa dalam laga Persikabo kontra Persik (14/1/2022).

Shin Tae-yong tak memanggil striker senior lain, dan memilih mencoba striker muda M Rafli (23 tahun) serta Ronaldo Kwateh (17 tahun).

Shin Tae-yong seakan menyatakan ia harus terus mempercayai Dedik lantaran tak memiliki pilihan lain di Liga 1 2021/22.

Hampir semua klub Liga 1 memang mengandalkan striker asing untuk mengarungi kompetisi.

Belum lagi kehadiran striker naturalisasi uzur yang kini tampil di putaran kedua, seperti Herman Dzumafo (Bhayangkara FC) dan Beto Goncalves (Madura United).

“Di tim kami memang posisi yang paling lemah itu striker, di liga Indonesia para striker pun diisi orang asing,” jelas Shin (1/1/2022).

“Karena kurangnya (kualitas) itu ya digantikan pemain lain (di tengah pertandingan),” tandasnya.

Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Timor Leste di Bali pada akhir Januari mendatang.