Target Persita Tangerang Dalam Bentrok Kontra Bali United

Pelatih Persita Tangerang Widodo Cahyono Putro menyatakan anak asuhnya sudah siap untuk melawan Bali United. Laga tersebut dilangsungkan di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Senin (17/1).

Widodo mengatakan telah memperbaiki kelemahan yang masih terjadi. Ia menginginkan pasukannya bekerja keras sehingga bisa menunjukkan penampilan maksimal.

Pada pertemuan putaran pertama yang digelar 24 September 2021, Persita harus menelan pilat pahit. Pendekar Cisadane dikalahkan Bali United dengan skor tipis 2-1.

“Kami mempersiapkan juga dalam latihan bagaimana nanti melawan Bali United. Jadi secara keseluruhan kami siap untuk melawan Bali United besok dalam pertandingan,” kata Widodo.

Selain itu Widodo menyampaikan sudah menetapkan target dalam setiap pertandingan yang dimainkan Persita pada musim ini. Termasuk untuk melawan Bali United.

“Jadi kami punya motivasi dalam setiap pertandingan ada target. Ada dua target yang memang kita canangkan. Satu, target memperoleh hasil maksimal yaitu kemenangan,” ucapnya.

“Kalaupun tidak bisa memenangkan, ada target yang kedua, jangan sampai kita kalah. Itu adalah bentuk motivasi kami. Bukan takabur tapi itu adalah motivasi kami dalam setiap pertandingan. Tetap harus fight dan itu yang harus kita kejar,” ia menambahkan.

Sosok berusia 51 tahun tersebut sudah paham betul dengan karakter permainan Bali United. Ia sempat menukangi Serdadu Tridatu beberapa tahun yang lalu.

Kendati begitu, Widodo menyebut Bali United sudah mengalami perubahan. Kekuatan pasukan Stefano Cugurra makin kuat seiring masuknya sejumlah pemain baru seperti Irfan Jaya dan Privat Mbarga pada putaran kedua Liga 1 20221.

“Karakter dan gaya bermainan Bali United hampir mirip, hampir sama. Tapi yang membedakan itu adalah ada beberapa pemain yang datang, yang baru. Tapi kami sudah tahu, contohnya Irfan Jaya. Kami juga sudah tahu tipikal bermainnya, cara mainnya bagaimana.”

“Dan tentu pemain asingnya Privat juga, kami sudah mengetahui nanti bagaimana menutup pergerakan mereka. Tapi yang terpenting kami konsolidasi ke dalam tim kami sendiri bagaimana saat kita bertahan dan bagaimana saat kita menyerang untuk meraih poin.”