Cerita Ricky Kambuaya Kena Mental Saat Berseragam PSS Sleman, Nyaris Luapkan Kekesalan dengan Mabuk

Pemain Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya membagi kisahnya sebelum berhasil menjadi andalan di timnas Indonesia.

Seperti yang diketahui, nama Ricky Kambuaya sukses mencuri perhatian ketika membela timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Ricky Kambuaya merupakan salah satu pemain yang tak pernah absen selama Piala AFF 2020 digelar.

Mulai dari babak penyisihan grup hingga partai final, Ricky Kambuaya selalu mendapatkan kepercayaan dari pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Hal tersebut cukup membuktikan betapa Ricky Kambuaya memiliki peran penting untuk timnas Indonesia.

Terlepas dari semua itu, perjalanan karier pemain kelahiran tahun 1996 tidak lah mudah.

Bahkan, Ricky Kambuaya mengaku sempat kena mental tepatnya saat berseragam PSS Sleman.

Itu terjadi karena Ricky Kambuaya merasa kurang mendapatkan menit bermain.

“Waktu di sleman, sebelumnya kan di Mojokerto hampir di setiap pertandingan saya line up main terus, bahkan dalam dua musim itu ada belasan gol yang saya buat, jadi itu buat saya, percaya diri, semangat,” kata Ricky Kambuaya, dilansir BolaSport.com dari Youtube PSSI.

“Tapi setelah saya ke Sleman bermain baru pertama di Liga 1, jadi persaingan kita bersaing secara starting line up, itu yang saya di Sleman mungkin waktu bermain tidak terlalu banyak.”

“Paling di babak kedua, menit-menit berapa , dapat menit bermain sedikit saja. nah disitu mental terganggu,” ujarnya.

Masalah yang dihadapi Ricky Kambuaya tak berhenti sampai disitu.

Pemain berposisi sebagai gelandang semakin kecewa ketika tidak bisa memberikan yang terbaik disaat mendapatkan kesempatan bermain.

Dari semua kejadian itu, Ricky Kambuaya mengaku sempat ingin meluapkan kekesalannya dengan mabuk.

Untungnya Ricky Kambuaya tak jadi melakukannya.

“Saya bilang kalau tidak kuat mungkin saya bisa mau mabuk atau hampir tujuan begitu,” ucap Ricky Kambuaya.

“Karena mental terganggu langsung drop, apalagi ada beberapa pertandingan main kurang bagus jadi itu langsung drop.”

“Tapi saya beryukur karena dekat dengan Tuhan di saat waktu itu, sebetulnya selama ini saya secara pribadi agak jauh dari tuhan tapi setelah momen itu saya bersyukur karena langsung mulai saya doa aktivitas di Sleman, cabang gereja saya di sana, dan akhirnya saya semakin kuat, tidak boleh menyerah.”

“Di situ ada coach Danilo juga yang beri support, nah di situ momennya di situ, sehingga saya semangat lagi, putaran kedua semangat,” tuturnya.

Keadaan berubah ketika Ricky Kambuaya direkrut Persebaya pada tahun 2020.

Ricky Kambuaya menyimpulkan bahwa transfer dari PSS Sleman ke Persebaya adalah momen titik balik kariernya.

“Sampai akhirnya mereka kaget kalau Coach Aji (Santoso) panggil ke klub Persebaya, tim besar,” kata Ricky Kambuaya.

“Jadi dalam karier profesional dari Sleman ke Persebaya kan meningkat sedikit.”

“Keluarga juga kaget, teman-teman di Sleman juga kaget,” tutupnya.