Piala Asia Wanita 2022: Timnas Putri Indonesia, Optimis atau Realistis

Timnas Putri Indonesia akan menjalankan tugas berat bertarung di Wanita 2022 di India dengan turnamen yang mulai pada 20 Januari sampai 6 Februari.

Pelatih timnas putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada juga sudah mempunyai 23 pemain yang terpilih untuk berlaga di Piala Asia Wanita 2022.

Garuda pertiwi, julukan timnas putri Indonesia, berada di Grup B fase awal turnamen bersama Australia, Thailand, dan Filipina.

Adapun fakta yang cukup miris terjadi di dalam skuad timnas putri Indonesia.

Selain tak mendapat pengalaman pertandingan di kompetisi lokal, dari 23 pemain yang terpilih hanya ada empat pemain yang mempunyai klub.

Empat pemain tersebut adalah Shalika Aurelia (Roma Calcio), Sabrina Mutiara (), Octavianti Dwi Nurmalita (), dan Riska Aprilia (PSS Sleman).

baru satu musim menggelar kompetisi wanita yakni pada 2019 dan belum menggelar lagi hingga saat ini.

Kemudian kompetisi musim 2020, kompetisi tak bisa digelar karena situasi pandemi Covid-19 yang sempat menguasai Tanah Air.

Hal itu berbanding terbalik dengan tiga tim yang akan jadi lawan skuad Garuda Pertiwi di fase grup Piala Asia Wanita 2022.

Dilihat dari skuad list yang telah dirilis terlihat Australia dan Thailand sebagai lawan berat.

Sebab, mereka mempunyai pengalaman bermain di Piala Dunia Wanita dan beberapa pemain mempunyai pengalaman di kompetisi Internasional.

Australia mempunya 10 pemain yang berkiprah di Liga Inggris Wanita. Ada Sam Kerr (Chelsea), Lydia Williams, Caitlin Foord, dan Steph Catley (Arsenal).

Kemudian, Tameka Yallop dan Mackenzie Arnold (West Ham ), Alanna Kennedy dan Hayley Raso (), Emily Gielnik (Aston Villa), hingga Kyah Simon (Tottenham Hotspur).

Sementara itu, Filipina diperkuat beberapa pemain yang berasal dari klub lokal negeri itu. Tetapi, rata-rata bermain di kompetisi level universitas di Amerika Serikat.

Namun, ada satu pemain keturunan Amerika Serikat, Quinley Quezada yang bermain di Jepang untuk JEF United.

Hampir sama seperti Filipina, Thailand juga diisi mayoritas pemain-pemain yang main di kompetisi lokal.

Ada dua pemain Thailand yang main di Eropa yakni Tiffany Sornpao (Keflavik FC, Islandia) dan Miranda Nild (Kristianstads DFF, Swedia).

Dengan kondisi itu, tak ada target besar yang dibebankan PSSI buat timnas putri Indonesia.

Ketua Umum PSSI, mengungkapkan tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola. Dia yakin skuad Garuda Pertiwi bisa bersaing di Piala Asia Wanita 2022.

Mochamad Iriawan juga mengaku, ke depan akan berusaha untuk terus memajukan sepak bola putri dengan kembali menggulirkan kompetisi yang sempat terhenti.

“Sebelum Covid-19 kan kita sudah mulai, ada liga wanita (Liga 1 Putri). Tetapi karena pandemi Covid-19, jadi berhenti,” ujar Iriawan.

“Insya Allah ke depan, saya juga baru diskusi dengan tim kepelatihan dan dari PT LIB,” tutunya.

“Nantinya, kami adakan lagi liga yang saya rasa luar biasa cukup baik, hampir semua klub punya tim wanita seperti dan juga Arema,” ucap Iriawan.

Tentu diluar kekurangan yang ada di timnas putri Indonesia, penampilan Garuda Pertiwi tetap akan dinanti di Piala Asia Wanita 2022 mendatang.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.