Piala Asia Wanita: Minimnya Pengalaman Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Wanita bakal ikut Piala Asia Wanita lagi setelah absen selama 3 dekade. Pemain yang terpilih mesti diakui minim pengalaman dibanding tim lain.

Skuad Timnas Wanita berkekuatan 23 pemain sudah dipilih Pelatih Rudy Eka Priyambada untuk di India. Semua peserta lain dengan total 12 tim pun sudah menyerahkan skuad finalnya ke AFC.

Konfederasi Sepakbola Asia tersebut telah merilis daftar pemain-pemain dari 12 peserta Piala Asia Wanita. Mayoritas peserta lain punya pemain-pemain yang aktif berkarier di kompetisi profesional.

Sementara Timnas Indonesia Wanita cuma diperkuat empat pemain yang tercantum punya klub. Mereka adalah Shalika Aurelia (Roma Calcio), Sabrina Mutiara (Arema FC), Octavianti Dwi Nurmalita (), dan Riska Aprilia (PSS Sleman).

Sementara 19 pemain lainnya tercantum tanpa memiliki klub. Hal itu tak terlepas dari absennya kompetisi sepakbola profesional wanita di Indonesia.

PSSI baru satu musim menggelar kompetisi wanita yakni pada 2019 dan belum menggelar lagi hingga saat ini. Kompetisi musim 2020 tak bisa digelar karena situasi pandemi COVID-19.

Tapi, saat sepakbola pria akhirnya digulirkan lagi mulai 2021, kompetisi wanita tetap vakum. Kondisi ini membuat pemain-pemain Indonesia relatif minim pengalaman ditempa di kompetisi dalam menyambut Piala Asia Wanita.

Di Piala Asia Wanita mendatang, Timnas Wanita masuk Grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Australia dan Thailand tergolong sebagai lawan berat karena punya pengalaman bermain di Wanita.

Ditambah lagi Australia punya pemain-pemain yang berkiprah di Inggris. Ada Sam Kerr (), Lydia Williams, Caitlin Foord, dan Steph Catley (), Tameka Yallop dan Mackenzie Arnold (West Ham United), Alanna Kennedy dan Hayley Raso (Manchester City), Emily Gielnik (Aston Villa), hingga Kyah Simon (Tottenham Hotspur).

Sementara Filipina diperkuat pemain-pemain, yang meski tidak terlalu wah, tapi berasal dari klub-klub lokal. Pemain keturunan Amerika Quinley Quezada adalah profil paling mentereng dari Filipina, yang saat ini bermain di Jepang untuk klub Jef United.

Sama seperti Filipina, Thailand juga diisi mayoritas pemain-pemain yang main di kompetisi lokal. Ada dua pemain Thailand yang main di Eropa yakni Tiffany Sornpao (Keflavik FC, Islandia) dan Miranda Nild (Kristianstads DFF, Swedia).

Meski demikian, setidaknya Indonesia masih lebih baik dari India. Tuan rumah malah tak punya satupun pemain yang tercatat punya klub alias semuanya berstatus tanpa klub. Sisanya, 10 peserta lain diisi oleh pemain-pemain yang matang berkompetisi level profesional.

Maka bisa dibilang sepakbola Indonesia adalah anak bawang di Piala Asia mendatang. Dengan kondisi itu, tak ada target besar yang dibebankan PSSI buat Timnas Wanita.

“Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola, meski ada Thailand dan Australia yang cukup kuat. Tetapi mudah-mudahan kita bisa lolos,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di sela-sela uji coba Timnas Wanita Vs Akademi Persib Wanita, Kamis (13/1/2022).

Iriawan sadar perjuangan Timnas Wanita akan berat. Ketiadaan kompetisi wanita membuat Zahra Musdalifah Cs kalah pengalaman dengan peserta lain.

“Sebelum COVID-19 kan kita sudah mulai, ada liga wanita (Liga 1 Putri). Tapi karena COVID, jadi berhenti. Insyaallah ke depan, saya juga baru diskusi dengan tim kepelatihan dan dari PT , yang nantinya akan kita adakan lagi liga yang saya rasa luar biasa cukup baik, hampir semua klub punya tim wanita seperti Persib dan Arema juga,” ucap Iriawan.

“Harapan besar juga ada dari kami untuk timnas wanita, ternyata talentanya cukup bagus. Dan alhamdulillah 1 pemain timnas kita sudah di-hire tim Italia (Shalika Aurelia). Mudah-mudahan banyak teman-temannya yang bisa mengikuti,” katanya lagi.

Terlepas dari beratnya perjuangan nanti, Timnas Wanita tetap punya cita-cita besar. Kebetulan Piala Asia ini juga digunakan sebagai Kualifikasi Piala Dunia Wanita 2023 yang akan digelar di Australia dan Selandia Baru.

Lima sampai enam tim berpotensi lolos ke Piala Dunia jika mengakhiri turnamen sebagai lima-enam besar atau via playoff. Untuk mewujudkan impian itu, jalan pertama yang harus dilalui Timnas Wanita adalah melaju dulu ke babak penyisihan dari fase grup.

“Kami sudah masuk Piala Asia itu sudah menjadi sejarah, penanganan sepakbola wanita sudah jauh lebih baik. Targetnya bagaimana bermain baik untuk menjadi pelajaran buat SEA Games dan , tahun ini padat sekali sama seperti tim pria,” ujar Rudy Eka kepada detikSport belum lama ini.

“Tapi ekspektasi kami, bisa menjadi 6 dari 12 peserta Piala Asia yang masuk Piala Dunia. Pasti semua pemain-pelatih dan semua masyarakat mau lihat main di Piala Dunia,” tuturnya.

“Karena jaraknya (langkah yang ditempuh) kan lebih dekat, ibaratnya cuma lolos 2 besar dan 3 terbaik bisa lolos. Mau masuk Piala Dunia di Australia-Selandia Baru 2023. Targetnya pasti sih Piala Dunia. Piala Dunia jelas kita belum pernah masuk, Piala Asia saja baru ikut lagi setelah 30 tahun,” katanya lagi.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.