Rencana PT LIB untuk Selesaikan Masalah Ruang Ganti Stadion Ngurah Rai

PT LIB, organisator kompetisi Liga 1, sedang menyusun langkah tindak lanjut untuk menyelesaikan masalah ruang ganti Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Kegaduhan terkait ruang ganti Stadion Ngurah Rai saat ini sudah cukup mereda setelah PT LIB melakukan tur ruangan dan membagikannya kepada publik.

Walau begitu, solusi tetap perlu dicari, sebagai bentuk komitmen pihak operator liga untuk menyelenggarakan kompetisi yang aman dan nyaman.

Untuk itu, PT LIB akan bersurat kepada pemerintah setempat, selaku pihak yang paling punya kuasa mengenai masalah ini.

“Itu bagian dari evaluasi kita, karena infrastrukturnya memang seperti itu. Kita mau menyurat kepada Gubernur terkait masalah itu,” ujar Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno.

Salah satu opsi yang bisa diambil adalah pembongkaran sekat pembatas ruang ganti yang dirasa menjadi biang utama masalah.

Berdasarkan observasi terakhir, keberadaan sekat tembok yang membatasi locker room dan bilik kamar mandi dinilai kurang efektif.

Pemain seringkali terpaksa sampai meluber ke lorong jalan karena ruangan yang ada tidak bisa menampung banyaknya anggota tim di Liga 1 2021-2022.

“Yang saya dengar sebetulnya, sebelum direnovasi ruang gantinya besar, tapi kemudian disekat jadi kecil-kecil. Jadi, supaya bisa menampung semua, anggota tim ditaruhkan di lorong,“ kata Sudjarno yang merupakan Purnawirawan Perwira Tinggi Polri.

“Sebenarnya kalau tidak ada dinding penyekat cukup lebar,” ucapnya lagi.

Untuk itu Sudjarno berharap opsi yang ditawarkan PT LIB bisa ditindaklanjuti oleh otoritas terkait.

“Karena itu, kami akan menyurat ke Bapak Gubernur supaya semoga bisa difasilitasi untuk disempurnakan kembali. Supaya memenuhi standar yang diinginkan. Itu yang kami harapkan,” kata Sudjarno mengakhiri.