Asprov PSSI Kalimantan Tengah Batalkan Kompetisi Liga 3, Klub Protes Keras

Kabar tak sedap datang dari Asprov PSSI Kalimantan Tengah. Sebab, pihaknya tidak akan menggelar kompetisi Liga 3 zona Kalimantan Tengah tahun 2021.

Asprov PSSI Kalteng resmi memutuskan untuk tidak menyelenggarakan kompetisi Liga 3 zona Kalimantan Tengah tahun 2021.

Hal ini tertuang dalam surat bernomor 73/ASPROV.PSSI/KALTENG/XII-2021 tanggal 31 Desember 2021, yang ditandatangani Ketua Asprov PSSI Kalteng, Leonard S. Ampung.

Konon, Asprov PSSI Kalteng mengundang tujuh perwakilan klub Liga 3 zona Kalteng untuk menggelar rapat secara virtual melalui Zoom pada Jumat (31/12/21) lalu.

Namun, beberapa tim tidak memenuhi undangan tersebut. Hanya dua klub yang hadir dalam rapat virtual bersama Asprov, yakni Sylva FC dan Kalimantang Persemura.

Sylva FC menyatakan kesiapannya untuk mengikuti kompetisi Liga 3, namun skuat Kalimantang Persemura justru mengaku tidak siap karena masalah pembiayaan.

Sementara itu, PS Muara Teweh (PSMTW) menyampaikan surat bahwa mereka tidak akan ikut serta di Liga 3 zona Kalteng jika laga harus terpusat di Kota Palangkaraya.

Sisanya, yakni Persepar Palangkaraya, Adhyaksa FC, Persemas Jenamas, hingga Barsel FC tidak hadir dalam undangan dari Asprov PSSI Kalteng tanpa konfirmasi.

Mengingat hanya satu klub, Sylva FC yang menyatakan kesiapannya mengikuti Liga 3 zona Kalteng, maka Asprov PSSI setempat memutuskan tidak menggelar kompetisi.

Di sisi lain, manajer klub Kalimantang Persemura, Andri Irawan mengaku Asprov PSSI Kalteng mengambil keputusan sepihak atas pembatalan kompetisi Liga 3 tersebut.

“Jujur, sikap yang diambil oleh pengurus Asprov PSSI Kalteng itu sepihak. Padahal sudah banyak biaya yang kami keluarkan agar liga tetap dilaksanakan,” kata Andri.

Kepada Antara, Andri Irawan menegaskan bahwa Kalimantang Persemura sebenarnya masih mengharapkan Liga 3 zona Kalteng tetap dilaksanakan sesuai rencana awal.

Sebab, selain banyak anggaran yang telah dikeluarkan, pihaknya juga menjaga mental para pemain-pemain mudanya yang selama ini selalu semangat berlaga di kasta amatir.

“Saya selaku manajer belum ada dihubungi terkait pembatalan Liga 3. Dengan adanya pembatalan itu, klub juga dirugikan karena sudah banyak persiapan,” tuntas Andri.