Perjalanan Rans Cilegon Jadi Klub Fenomenal, Butuh Waktu 9 Bulan Saja!

Salah satu ‘klub sultan , FC, berhasil meraih tiket promosi ke Liga 1 bersama Solo dan .

Kepastian tersebut pun jelas membuat segenap jajaran dan pemain bergembira, namun kebahagiaan itu gagal diperlengkap dengan gelar juara Liga 2 musim ini. Cilegon FC harus mengakui keunggulan Persis Solo di final yang digelar pada Kamis (30/12/21) semalam.

Adalah yang berhasil mencetak gol pertama untuk Laskar Sambernyawa dengan sepakan kaki kanan keras dari dalam kotak penalti, memanfaatkan assist dari Sandi Sute. Skor pun menjadi 1-0.

Setelah memimpin, Persis Solo tampil makin menyerang. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan.

Barulah di babak kedua tulisan di papan skor berubah, lagi-lagi oleh Irfan Bachdim yang mencatatkan gol keduanya. Tandukan terukurnya gagal dibendung oleh Kartika Ajie dan membuat Persis Solo unggul 2-0.

Gol yang dinantikan Rans Cilegon FC pun hadir pada menit ke-56 setelah Rifal Astori dijatuhkan oleh Fabiano Beltrame di kotak terlarang.

Alfin Tuasalamony yang menjadi eksekutor penalti mampu menuntaskan tugasnya dan membuat Rans Cilegon FC memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Skor ini bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir laga.

Meski gagal menjadi kampiun Liga 2 lantaran takluk di tangan Persis Solo, prestasi Rans Cilegon FC di kancah sepak bola layak mendapat acungan jempol.

Tentu masih segar di ingatan, bahwa klub ini baru saja di-launching pada Maret lalu dan dalam kurun waktu kurang lebih sembilan bulan saja mereka sudah bisa menggondol tiket berlaga di kompetisi Liga 1.

Tentu, membangun sebuah klub sepak bola tidak bisa sekali jadi dalam semalam, dan pastinya dibutuhkan perjuangan yang gigih untuk sampai ke titik ini.

Setelah di-launching, Rans Cilegon FC memang langsung tancap gas membangun kekuatan yang kompetitif untuk bersaing dengan para rivalnya di Liga 2. Tentu, tujuannya apalagi kalau bukan mentas ke Liga 1.

Mereka bahkan merekrut tidak lama setelah acara launching dan melakukan seleksi pemain untuk direkrut ke tim. Sederet agenda uji coba melawan klub-klub Tanah Air pun diagendakan untuk mengukur kemampuan skuat.

Selain itu, mereka juga sempat menantang klub Turki, Fenerbahce U-19, di sebuah laga yang digelar pada Agustus lalu. Duel sebagai persiapan jelang Liga 2 tersebut berakhir dengan hasil imbang 3-3.

Di Turki, Rans Cilegon FC juga berkesempatan melawan 1922 Konyaspor, namun sayang laga ini harus berakhir imbang tanpa gol.

Setelah berbagai macam persiapan termasuk perilisan jersey, Rans Cilegon FC akhirya debut di Liga 2 pada 28 September 2021. Lawan perdana mereka adalah Dewa United.

Akan tetapi, laga debut di Grup B itu berakhir dengan kakalahan 1-3. Meski mengalami start yang kurang ‘nendang’, Rans Cilegon FC berhasil melaju ke fase knockout setelah berjibaku di fase grup pertama dan kedua.

Mereka berada di semifinal bersama Persis Solo, Dewa United, dan PSIM Yogyakarta. Hasil ini pun tidak lepas dari kontribusi Rahmad Darmawan yang direkrut pada bulan November, menggantikan .

Pelatih yang sudah malang melintang di dunia sepak bola Indonesia ini pada akhirnya berhasil membawa Rans Cilegon FC promosi ke Liga 1 dan tampil di final Liga 2 kontra Persis Solo.

Dari perjalanannya sejak launching pada Maret 2021, Rans Cilegon FC menutup tahun 2021 dengan manis. Hanya butuh kurang dari sembilan bulan bagi mereka untuk jadi fenomena di kancah sepak bola nasional.

Awalnya kerap dilabeli dengan embel-embel ‘klub sultan’, kini Rans Cilegon FC sudah membuktikan kelasnya. Mulai saat ini, akan ada lebih banyak pasang mata yang menanti sepak terjang mereka, terutama di Liga 1.

Berita Terkait