Sriwijaya FC Gagal Promosi ke Liga 1, Obet Choiri Dipinjamkan ke Persita Tangerang

Kabar mengejutkan diumumkan oleh Presiden Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin di sosial media pribadinya, Rabu (29/12/2021).

Hendri secara resmi mengumumkan bahwa akan melepas center bek andalan Elang Andalas, Obet Choiri.

Pemain yang penampilannya sedang naik daun bersama Sriwijaya Fc tersebut dilepas dengan status pinjaman ke tim Liga 1, Persita Tangerang.

“Obet kita pinjamkan ke Persita,” ujar Hendri.

Seperti diketahui, pada musim ini Obet menunjukkan performa menawan di lini belakang Sriwijaya FC.

Bersama Ikhwan Ciptady, duet duo tembok kokoh ini sulit ditembus oleh penyerang lawan.

Kegagalan Sriwijaya FC promosi ke Liga 1, membuat banyak pemain Sriwijaya FC diincar oleh sejumlah tim-tim di Indonesia.

10 Pemain Masih Terikat Kontrak

Gagalnya tim Sriwijaya FC melaju ke babak semifinal Liga 2 2021, bukan berarti semuanya bubar.

Apalagi setidaknya ada 10 pemain dikabarkan masih terikat kontrak dengan Laskar Wong Kito.

“Kita sebenarnya bubar itu bukan berarti tim Sriwijaya FC itu bubar.

Tetapi karena mereka ini sudah lebih dari tiga bulan tidak pulang kampung.

Kebetulan posisi di Jakarta dan sekitarnya, mereka langsung pulang.

Pembubaran tim bukan secara administrasi,” ungkap Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid SH Dt Talangik kepada Sripoku.com, Senin (27/12/2021).

Mengenai pemain diakui Faisal ada sekitar 10 pemain durasi kontrak masih sampai bulan Februari 2022.

Sebab mereka dikontrak terhitung mulai tanggal 1 April 2021 dihitung 11 bulan ke depan. Artinya berakhir Februari 2022.

“Kecuali kalau pemain tersebut misalnya terjadi perpindahan pemain. Artinya nanti kewajiban kita berakhir.

Karena itu sudah di klub yang berbeda,” kata Faisal yang juga Ketua Komite Umum dan Organisasi/ Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Menurutnya, sampai sejauh ini 10 orang pemain yang durasi kontraknya hingga Februari 2022 belum ada pengunduran diri.

“Kecuali ada satu orang yang kontraknya berakhir tanggal 31 Desember 2021.

Namanya belum bisa kami sebut dulu karena memang secara administrasi.

Kami selaku Sekretaris Perusahaan tentunya menunggu arahan dari Direktur Teknik dan Manajer,” terang Faisal.

Tanpa arahan dari Direktur Teknik dan Manajer, kata Faisal yang alumni FH UMP Palembang, secara administrasi belum bisa dijalankan karena ini kaitannya masalah durasi kontrak yang sedang berjalan.

“Nanti kan kalau pindah misalnya ke klub liga 1, nah ini gimana teknisnya,” jelasnya.

Sedangkan rata rata pemain yang direkrut di atas bulan April 2021 itu habis kontraknya di tanggal 31 Desember 2021.

Faisal juga menjelaskan untuk pelatih itu rata-rata 31 Desember kecuali Ambrizal (Asisten Pelatih) karena untuk ofisial itu beda dengan pemain karena memperhitungkan untuk musim ke depan.

“Ambrizal itu awalnya kita rekrut juga sebagai pemain, akhirnya juga direkrut sebagai asisten pelatih.

Pelatih yang merangkap pemain. Kontrak Ambrizal sampai Febuari 2022,” terang Faisal.

Pria berdarah Minang kelahiran Palembang, 6 Juli 1966 mengaku belum tahu proyeksi ke depan.

Karena hal yang dilakukan sekarang ini adalah evaluasi dari Presiden klub dengan direksi bersama manajer berdasarkan dari pelatih kepala, coach Nil Maizar.

Ada 2 hal yaitu evaluasi dan proyeksi kedepan untuk pembentukan di 2022.

“Karena memang untuk kompetisi 2021 kita mengalami penundaan beberapa bulan sehingga terjadi perpanjangan durasi.

Makanya kalau terjadi perpanjangan kompetisi maka perjanjian itu kita adendum.

Penambahan perjanjian di perjanjian utama tersebut,” pungkasnya.