PSMS Medan Bubarkan Perangkat Tim, Begini Nasib Manajemen

PSMS Medan telah membubarkan skuatnya pasca kandas di babak delapan besar Liga 2 2021, dan gagal menembus Liga 1.

Namun terkait dengan keputusan ini, banyak pihak yang mempertanyakan siapa saja yang dibubarkan. Apakah manjemen juga ikut bubar, atau hanya pemain dan pelatih saja?

Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja mengatakan, sementara ini pembubaran yang dilakukan hanya perangkat tim.

“Jadi sementara ini yang dibubarkan, perangkatnya dulu. Jadi mulai dari pelatih, pemain, dan ofisial. Ini sudah dilakukan waktu kita gagal di Bogor (babak delapan besar Liga 2 2021),” katanya kepada Tribun Medan, Kamis (30/12/2021).

Selanjutnya status Sekretaris PSMS yang diembannya, dan Manager masih dipegang oleh Mulyadi Simatupang. Nantinya mereka akan menyiapkan laporan pertanggungjawaban (lpj) untuk diserahkan ke pembina klub.

Akunya, setelah lpj itu diserahkan, pihaknya menunggu keputusan pembina klub. Artinya, sementara ini jabatan Sekretaris dan Manager klub belum dibubarkan.

“Nanti kita akan serahkan ke pembina, satu ke Pak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan ke Pak Kodrat. Selanjutnya, seperti apa keputusan dari pimpinan, ya kita tunggu,” ujarnya.

Julius pun mengamini, banyak yang mempertanyakan bagaimana status nya pasca PSMS Medan gagal menembus target Liga 1.

Ia menyadari bahwa, banyak pihak yang mengiranya main mata di dalam kepengurusan PSMS Medan untuk kepentingannya pribadi.

“Dari awal sudah saya sampaikan, kalau ada yang mau menggantikan ya dia harus siap. Pertama siap mental, siap keluar uang, waktu, tenaga, dan fikiran.

Jangan nanti jadi benalu mencari untung. Karena saya pun tidak cari untung, malah duit saya yang keluar,” ucapnya.

Disinggung mengenai kegagalan skuat berjuluk ‘Ayam Kinantan’ menembus Liga 1, menurutnya hal itu merupakan sebuah kewajaran.

“Sebenarnya kita tidak menginginkan itu, tapi ya namanya kompetisi sepakbola ada menang dan ada kalah. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya. (cr12/tribun-medan.com)