Bek Blasteran Indonesia Mees Hilgers Jadi Raja Tekel Eredivisie Belanda

Peluang bek blasteran Indonesia Mees Hilgers tetap menjadi pilihan utama di starting eleven FC Twente pada kompetisi Eredivisie Belanda musim 2021/22 makin terbuka setelah dirinya menjadi raja tekel di putaran pertama.

Dibandingkan musim lalu yang hanya tampil di tiga pertandingan, Hilgers kini mendapatkan menit bermain lebih banyak. Pada putaran pertama musim ini, Hilgers tampil di 16 pertandingan, dua di antaranya dari bangku cadangan.

Remaja berusia 20 tahun itu sukses menggusur bek berpengalaman Dario Dumic dan Julio Pleguezuelo. Dia menjadi pilihan pelatih Ron Jans di lini pertahanan. Kepercayaan Jans pun dibayar Hilgers lewat aksinya di atas lapangan.

Berdasarkan data yang dirilis Opta, perusahaan analisa dan data olahraga Inggris, Hilgers melakukan tekel bersih sebesar 83 persen sepanjang putaran pertama, atau 2,1 persen di tiap laga. Torehan Hilgers lebih baik dibandingkan dua pengggawa Heracles yang menorehkan 81 persen, Mats Knoester dan Delano Burzorg, serta Siemen Voet (PEC Zwolle), dan Noah Fadiga (Heracles).

Namun dalam hal akurasi umpan, Hilgers menempati peringkat ketiga di Twente dengan torehan 79,6 persen. Ia berada di bawah gelandang Wout Brama yang mencatat 83,6 persen, dan Michel Vlap (80,1 persen).

Performa apik itu membuat Hilgers mejadi buruan sejumlah klub pada bursa transfer musim dingin. Sebelumnya, Hilgers dikaitkan dengan satu dari tiga raksasa Belanda, Feyenoord.

Hilgers yang sudah menyatakan minat memperkuat timnas Indonesia juga menarik perhatian Shin tae-yong. Pelatih skuad Garuda itu telah mengajukan permintaan kepada PSSI agar empat pemain keturunan mendapatkan status warga negara Indonesia, satu di antaranya Hilgers, selain Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Ragnar Oratmangoen.

Pemain yang punya darah Indonesia dari ibunya itu bisa beralih status menjadi WNI tanpa proses naturalisasi, karena memiliki garis keturunan dan belum berusia 21 tahun sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

Saat ini PSSI sedang bergerak mengurus empat pemain keturunan untuk membela timnas Indonesia. Induk organisasi sepakbola nasional tersebut menargetkan proses itu rampung pada awal tahun 2022.