APPI Minta Negara Hadir, Efek Kekerasan yang Terjadi di Liga 3

Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengecam keras aksi brutal yang terjadi di Liga 3 baru-baru ini.

Aksi kekerasan tersebut terjadi di laga final Liga 3 zona Sulawesi Selatan antara PS Nene Mallomo Sidrap dengan Gasma Enrekang, Jumat (24/12/2021).

Aksi penyerangan dilakukan pemain PS Nene Mallomo kepada wasit Romi Daeng karena tak terima dengan keputusan yang diambilnya.

Akibat kejadian tersebut, wasit Romi mengalami luka pada bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Setelah menjalani penyelidikan, enam pemain dari PS Nene Mallomo Sidrap telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, APPI mengecam keras aksi brutal yang terjadi.

Dalam keterangan tertulis yang diunggah dalam situs resmi APPI, mereka sama sekali tak membenarkan bentuk kekerasan terhadap wasit dalam bentuk apapun.

Selain itu, APPI juga berhadap adanya hukuman yang seadil-adilnya bagi para pesepakbola yang terlibat dalam insiden tersebut.

APPI juga berhadap negara turut andil dalam kasus seperti ini dan dapat membangun kesepakatan antara seluruh stakeholder sepakbola Indonesia.

“Adapun jika diperlukan kehadiran negara dalam pemberian hukuman di ranah sepak bola,” tulis APPI di situs resmi.

“Diperlukan adanya kesepakatan bersama antara seluruh stakeholder sepak bola Indonesia, yakni Kemenpora, PSSI, PT LIB, Kepolisian Republik Indonesia dan APPI sebagai satu-satunya wadah pesepakbola profesional di Indonesia,” lanjutnya.

Adapun para tersangka dilaporkan terjerat Pasal 170 juncto Pasal 321 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi berterima kasih dengan Asprov PSSI Sulawesi Selatan dan kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus ini.

“Terima kasih banyak kepada semua yang membantu untuk menyelesaikan kasus ini,” ucap Yunus Nusi, sebagaimana dikutip dari laman PSSI.