Persebaya U-15 Juara Piala Soeratin Askot PSSI Surabaya, Sempat Diwarnai Kartu Merah

keluar sebagai juara usai menundukkan , dalam laga final Kompetisi Askot Surabaya, Stadion Bumimoro, Kota Surabaya Senin (27/12/2021).

Skuad ramuan Dul Hamid terlebih dahulu mencuri angka lewat bola muntah yang gagal diantisipasi kiper lawan.

Sedang gol didapat dari tendangan titik putih penalti.

Laga kedua kesebelasan berjalan dengan sengit.

Salah satu pemain Bajol Ijo Cilik mendapat kartu merah usai menekel penyerang Bhayangkara di awal babak kedua.

Skor 1-1 bertahan hingga memaksa memutuskan babak perpanjangan waktu 2×10 menit.

Tidak ada gol tercipta hingga berakhirnya injury time. Pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.

Kiper U15 tampil begitu gemilang menepis semua sepakan eksekusi penalti lawan.

Sementara empat algojo Green Force sukses menuntaskan tugasnya.

U-15, Dul Hamid, menyatakan, ini tak lepas dari kerja keras dan perjuangan anak asuhnya yang terus berusaha tanpa henti.

“Perjalanan awal kami berliku tapi diakhiri hal manis. Serta berkat dari motivasi orang tua, para doa semua pendukung menjadi terbaik,” ujarnya.

Mengenai kartu merah, Heri Dul sapaan lekatnya menyebut berasal dari sedikit keputusan yang blunder. Namun dirinya optimistis tetap bisa mengubah strategi.

“Kami tetap menerapkan strategi bertahan dan menyerang. Saya yakin permainan stabil, tidak mau bertahan total karena bisa ditekan. Sekaligus konsisten terhadap permainan anak-anak,” tegasnya.

Dengan waktu yang panjang, lanjut Dul Hamid, pihaknya akan lebih menyiapkan lagi dengan memulai program attacking, finishing, compact defense.

Tentunya juga menunggu keputusan selanjutnya dari manajemen

Hal senada juga diutarakan Manager Persebaya U-15, Sirajam Munira.

Ia bersyukur lantaran para pemainnya meraih trofi walaupun di tengah persiapan yang mepet.

“Tentu tidak mudah menyatukan visi misi permainan anak anak. Mengingat pelatih terus merotasi skuadnya,” ucapnya.

Sedang Devid Prismanugraha, Pelatih Bhayangkara U-15, mengungkapkan kekecewaannya, karena pertandingan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Saya maunya diselesaikan tanpa adu penalti. Kami sudah mempersiapkan strategi buat meredam lawan. Faktor keberuntungan berpihak pada lawan,” jelasnya.

“Kami menerima hasil ini. Anak anak bekerja keras di lapangan, saya sudah memberikan arahan dan instruksi menurunkan pilar terbaik. Banyak peluang yang kami ciptakan tapi tidak bisa dimaksimalkan,” tuntasnya.

Berita Terkait