Rans Cilegon FC Vs PSIM Yogyakarta: Seto Nurdiyantoro Ingin Ulang Kenangan Manis di Pakansari

Stadion Pakansari yang ada di Cibinong Bogor, Jawa Barat, bakal menjadi saksi sejarah perjuangan PSIM Yogyakarta dalam upayanya tampil di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air musim depan, ketika menghadapi Rans Cilegon FC pada laga semifinal Liga 2 2021, Senin (27/12/2021).

Juru taktik PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro, menegaskan timnya bakal tampil habis-habisan di pertandingan krusial ini, demi mengamankan satu tempat di Liga 1 musim depan.

Ia pun berharap, memori manis di Stadion Pakansari 2018 silam ketika sukses mengangkat trofi juara bersama PSS Sleman, bisa kembali terulang dengan mengantar sang saudara tua promosi ke kompetisi kasta tertinggi.

“Instruksi khusus tidak ada, tapi kami sudah bicara dari hati ke hati bahwa ya Pakansari pernah menjadi sejarah buat saya. Artinya saya tidak mau membebani pemain terlalu berat, yang penting pemain tampil los dol, ada keinginan lebih. Tapi apapun yang terjadi saya yang bertanggung jawab, harapannya bermain enjoy, asik, senang, itu sudah cukup buat kami,” ujar Seto Nurdiyantoro pada pre match press conference virtual, Minggu (26/12/2021).

Mengenai kondisi timnya, Seto mengungkapkan bahwa empat pemain andalan Laskar Mataram dipastikan absen di laga kontra Rans Cilegon FC.

Keempat pemain tersebut yakni Sugeng Efendi, Hapidin, Yudha Alkanza serta Ilhamul Irhaz.

Tentu ini menjadi kerugian besar bagi Laskar Mataram.

Apalagi Sugeng Efendi menjadi pemain yang diandalkan Seto sepanjang 12 pertandingan yang dilakoni sejak babak penyisihan, dengan mencetak 5 gol.

Yudha Alkanza merupakan motor serangan bagi Laskar Mataram, mencatatkan 8 penampilan, dengan sumbangan 2 gol, serta 3 assist, sedangkan Hapidin menjadi andalan di sektor sayap kanan.

Sejauh ini pemain bergaya rambut mohawk ini mencetak 1 gol serta 1 assist dari 8 penampilan.

“Persiapan mepet dan singkat, kami antisipasi dengan apa yang bisa kami perbuat. Recovery dari Rans memang lebih banyak, apalagi kami baru pertama kali main di Pakansari, jadi perlu adaptasi cuaca dan lapangan. Harapannya pemain bisa cepat adaptasi,” ujar Seto.

“Tidak ada taktik atau strategi khusus yang ditekankan, hanya fokus menjaga kebugaran pemain. Kondisi kami memang tidak bisa full team karena beberapa pemain cedera seperti Sugeng, Hapidin, Yudha, Irhaz, dan ada beberapa pemain yang terkendala sedikit tapi tadi sudah ikut bergabung,” lanjutnya.

“Ini mengurangi kekuatan dan pilihan pemain, tapi apapun itu kami coba optimalkan yang ada. Pertandingan besok penting buat kami maupun buat Rans, harapannya ada motivasi lebih, tapi apapun itu, terpenting pemain dalam kondisi yang baik,” tambahnya.

Mengenai kekuatan sang calon lawan, Seto tak memungkiri bahwa Rans Cilegon FC merupakan tim yang cukup solid. Dari 5 pertandingan terakhir, tim milik artis Raffi Ahmad ini mengantongi 4 kemenangan dan 1 hasil imbang, lolos sebagai juara Grup X babak 8 besar dengan koleksi 7 poin, bahkan mengungguli tim favorit Persis Solo.

“Di bawah arahan Coach Rahmad Darmawan Rans menunjukkan progres yang luar biasa. Didukung kualitas pemain yang mumpuni, kedalaman tim yang cukup bagus. Klub baru tapi memiliki kekuatan finansial yang sangat baik, juga rekrutmen pemain yang cukup jeli. Kehadiran Coach RD sangat membantu, di awal sempat tampil tidak stabil tapi setelah dipegang beliau cukup luar biasa,” kata Seto.

“Kami mencoba mencari kelemahan yang sebenarnya tidak ada. Kami coba kulik-kulik dikit, mudah-mudahan nanti ketemu,” lanjutnya.

“Pertandingan yang sulit, tapi kami ikuti rencana Tuhan seperti apa, mudah-mudahan keberuntungan masih menyelimuti kami, dan hasil positif untuk kami,” tambahnya.

(TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)