Ansyari Lubis Bawa Misi Bangkit PSMS Hadapi PSIM Yogyakarta

PSMS Medan dijadwalkan akan kembali melanjutkan laga berikutnya di babak 8 besar Liga 2 menghadapi PSIM Yogyakarta.

Pada pertandingan kedua nanti, PSMS Medan akan menghadapi PSIM Yogyakarta pada Senin (20/12/2021) pukul 20.45 WIB.

Di pertandingan yang akan datang, pelatih PSMS Medan, Ansyari Lubis akan melakukan perbaikan setelah evaluasi di laga perdana babak 8 besar Liga 2 mereka.

Dia akan melibatkan semua pemain untuk evaluasi, dalam menyongsong pertandingan kedua mereka di babak 8 besar ini.

“Secepatnya akan kita evaluasi, karena jarak pertandingan tidaklah terlalu jauh,” kata Uwak.

“Semua pemain harus kita libatkan, paling tidak mereka harus tahu pertandingan tadi (melawan Sulut United) tidak enak, tidak mudah,” ujar Ansyari.

Sebelumnya PSMS Medan harus menelan hasil buruk saat kalah melawan Sulut United di laga perdana babak 8 Besar Liga 2, Kamis (16/12/2021) lalu.

Pertandingan PSMS vs Sulut United berlangsung di Stadion WIbawa Mukti Bekasi dan berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan klub berjuluk Hiu Utara.

Sejatinya, PSMS punya peluang menang dengan bermain bagus sejak awal.

Sayangnya, PSMS Medan yang berjuluk Ayam Kinantan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 orang pemain setelah bek tengah Joko Susilo harus diusir dari lapangan.

Joko Susilo mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras di menit 22′ dan memaksa tim rap-rap berlaga dengan kalah jumlah orang.

Dalam wawancara usai laga, pelatih PSMS Medan, Ansyari Lubis menyebut bahwa kondisi itu spontan mengganggu konsentrasi anak asuhnya.

Akibatnya fatal, mereka kebobolan di akhir babak pertama, kala Patrich Wanggai berhasil memaksa kiper PSMS memungut bola dari gawangnya.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-1 untuk keunggulan Sulut United berkat gol Patrich Wanggai di menit 44′.

Babak kedua, PSMS mencoba peruntungan dengan melakukan sejumlah pergantian.

Ayam Kinantan tetap melakukan gaya pressing rap-rap mereka untuk mengantisipasi serangan lawan.

Sayangnya, mereka kembali kecolongan di 10 menit akhir waktu normal babak kedua.

Mahdi Albaar berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk tim Sulut United setelah berhasil mencetak gol ke gawang PSMS Medan di menti 80′.

Skuad tim rap-rap baru bisa meraih angka ketika Fiwi Dwipan mencetak gol di menit 88′ dan memaksa laga berujung dengan skor 1-2.

Kekalahan ini menjadi evaluasi bagi coach Ansyari Lubis yang menjadi pelatih PSMS Medan.

Kehilangan penggawa lini belakang sejak babak pertama, diakuinya, sangat mengganggu konsentrasi timnya.

Hasil ini tentu menjadi catatan bagi Ansyari Lubis sebagai pelatih.

Dia mengucapkan selamat kepada Sulut United yang telah memenangkan laga semalam.

Namun, meski kalah, dia tetap mengapresiasi pemainnya yang telah berjuang keras hingga akhir pertandingan.

“Sebelumnya, selamat untuk Sulut United yang telah memenangkan pertandingan,” kata Ansyari Lubis, dikutip dari akun official_psmsmedan.

“Secara keseluruhan, kartu merah di awal laga sangat mengganggu kita, tapi saya mengapresiasi kepada seluruh pemain yang tetap berjuang hingga akhir pertandingan.”

Kartu merah yang diberikan wasit di babak pertama, kata Ansyari, sangat mengganggu strategi yang telah disusun sejak awal.

Mereka terpaksa mengubah taktik, dan berjuang hingga menit akhir dengan 10 pemain.

“Secara overall, terganggu konsentrasi ketika satu pemain kita (Joko Susilo) dapat kartu merah,” kata Ansyari seperti dikabarkan akun psms.id.

“Itu berdampak sekali ke taktikal kita.”

“Tapi saya tetap apresiasi ke pemain yang begitu militan.”

“Walau pun sudah ketinggalan dengan 10 pemain, tetap berjuang hingga akhir.”

Pertandingan ini juga diwarnai beberapa insiden.

Kiper Sulut United bahkan sampai tak sadarkan diri di menit 59′.

Saat itu, kiper Fery Bagus Kurniawan berbenturan dengan pemain PSMS, Rahmat Hidayat di menit 59′.

Insiden itu menyebabkan penjaga gawang 27 tahun itu terkapar dan tak sadarkan diri.

Tim medis langsung merapat ke lapangan untuk memberikan perawatan dan membawa Fery Bagus dengan ambulans.

Sulut United pun memasukkan Dimas Galih untuk menggantikan posisinya melanjutkan pertandingan di babak kedua.

Di pertandingan lainnya, Martapura Dewa bermain imbang melawan PSIM.

Tangsel Warior (julukan Martapura Dewa United), membuka keunggulan di menit 32′ melalui Slamet Budiono.

Pasukan Laskar Mataram baru bisa menyamakan kedudukan di menit 70′ melalui tandangan kaki kiri Hadipin dari luar kotak penalti.

Namun, tidak lama berselang, Rishadi Fauzi kembali membuat Martapura Dewa unggul di menit 82′.

Tidak mau kalah, Sugeng Efendi akhirnya menyamakan kedudukan untuk PSIM sehingga laga berakhir imbang 2-2.

Hasil tersebut membuat PSIM dan Martapura berbagi angka di peringkat dua dan tiga klasemen Grup Y.

Sulut United saat ini menjadi pemuncak klasemen dengan raihan 3 poin setelah mengalahkan PSMS Medan.

Sementara PSMS Medan harus berada di dasar klasemen dengan poin 0.